Mohon tunggu...
Putri Apriani
Putri Apriani Mohon Tunggu... Freelancer - Fiksianer yang Hobi Makan

@poetri_apriani | poetriapriani.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

[KPK] Belum ke Klaten Bila Belum Menyantap Kuliner yang Satu Ini

9 Mei 2016   13:27 Diperbarui: 22 September 2016   11:26 285
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sego Gudangan (dokpri)

[Putri Apriani, Sego Gudangan, Klaten]

Apa yang ada dalam pikiran anda ketika saya menyebutkan Klaten? Kulinernya yang terkenal seperti Sop Ayam Pak Min? Ayam Panggangnya? Kerajinan Gerabahnya? Atau yang sedang hits belakangan ini seperti Umbul Ponggok? 

Secara letak, kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di bagian utara, Kabupaten Sukoharjo di bagian timur, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di bagian selatan dan barat. Kompleks Candi Prambanan, salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, juga berada di Kabupaten Klaten.

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa 'angkringan' yang terkenal sebagai kuliner khas Jogja itu berawal dari seseorang bernama Mbah Pairo yang berasal dari Cawas, Klaten. Ia memulai usaha angkringannya yang menggunakan pikulan di sekitaran Stasiun Tugu Jogja, sehingga akhirnya angkringan lebih dikenal berasal dari Jogja. Eits, tapi bukan itu yang akan saya bahas, karena saya akan membahas salah satu kuliner yang mungkin belum banyak mengenalnya atau karena sudah terlupakan? Ada yang bisa menebak?

sego gudangan (dokpri)
sego gudangan (dokpri)
Sego Gudangan atau Sego Gudang merupakan kuliner khas Klaten. Rasanya belum ke Klaten bila belum mencicipi sajian kuliner khas ini. Cukup dengan membayar dua ribu rupiah saja, kita dapat menyantap seporsi nasi dengan campuran sayuran, bumbu kelapa juga siraman kuah lethok, kemudian diberi taburan bubuk kedelai pedas yang menambah kenikmatan Sego Gudangan ini, ada pula kerupuk karak/gendar atau aneka gorengan sebagai pelengkap seperti bakwan, tempe mendoan ataupun tahu isi yang bisa didapatkan dengan menambah lima ratus hingga seribu rupiah saja per satu buah gorengannya.

Gudangan

Gudangan atau urapan terdiri dari campuran sayuran seperti kacang panjang, parutan pepaya, tauge, dan kemangi, semua diiris tipis. Atau bisa juga menggunakan sayuran lainnya, seperti bayam, daun singkong, daun pepaya, nangka muda yang dicacah, kenikir, selada air, bahkan ada juga yang menggunakan jantung pisang.

Lethok

Masyarakat Solo biasa menyebutnya dengan Tumpang. Lethok dibuat dari kuah santan yang dicampurkan dengan tempe semangit (yang dihaluskan), tahu cokelat/tahu goreng, daging koyor, krecek, kaldu, bumbu halus dan aneka rempah lainnya. Bagi yang belum mengetahui, tempe semangit adalah tempe setengah busuk, tapi jangan khawatir rasanya tak enak, justru masyarakat Jawa sudah terbiasa mengonsumsi tempe semangit karena rasa dan harumnya yang khas. Enak!


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun