Mohon tunggu...
Pudji Widodo
Pudji Widodo Mohon Tunggu... Lainnya - Pemerhati Kesehatan Militer.

Satya Dharma Wira, Ada bila berarti, FK UNDIP.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Bung Karno Sakit, Prognosis oleh Tim Dokter RRC dan Tim Dokter Kepresidenan RI Berbeda

1 Oktober 2020   13:21 Diperbarui: 2 Oktober 2020   02:55 1002
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Empat puluh tahun setelah peristiwa G30S/PKI, Ilmuwan Chekoslowakia Victor Miroslav Fic menerbitkan buku berjudul "Kudeta 1 Oktober 1965". Dalam buku tersebut, Miroslav mencoba melakukan rekonstruksi dan menyatakan bahwa apa yang akan dilakukan oleh pemerintah RRC kepada Soekarno adalah upaya pengulangan keberhasilan RRC yang pernah diterapkan di Kamboja.

China lebih dulu mengkomuniskan Kamboja melalui Pol Pot. Langkah berikutnya adalah nemanfaatkan kudeta yang dilakukan Jenderal Lon Nol terhadap Sihanouk saat raja Kamboja tersebut melakukan kunjungan ke Moskow. Selanjutnya China menawarkan tempat tinggal bagi Sihanouk karena Uni Sovyet menolak memberikan suaka (Miroslav, 2005 : 88) <3>

Kehidupan Sihanouk yang nyaman dalam  pengasingannya  di China memang tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh Khmer Merah Pol Pot yang lahir dengan nama Saloth Sar. Pol Pot adalah anggota sel gerakan komunis Cercle Marxiste dan bergabung dengan Partai Komunis Perancis sebelum kembali ke Kamboja. Pada awal tahun 1960 Saloth Sar mendirikan base camp di perbatasan bagi gerakan sosialis Kamboja dan menyerukan perjuangan bersenjata. Di kamp perbatasan tersebut ideologi Khmer Merah secara bertahap dikembangkan dan pada awal 1967 melakukan pemberontakan.

Meskipun Norodom Sihanouk telah melakukan represi terhadap kaum kiri Kamboja, namun perkembangan peta politik Kamboja justru berubah setelah pemerintahan Raja Sihanouk digulingkan Jenderal Lon Nol yang didukung AS pada tahun 1970. Hal itu memaksa Sihanouk keluar dari Kamboja dan beralih ke Pol Pot yang pernah menjadi lawannya. Selanjutnya Norodom Sihanouk menikmati kehidupan yang mewah dan menyenangkan di China sampai dia kembali ke Kamboja setelah ada perubahan peta politik. Tampaknya model penyelamatan seperti ini yang ditawarkan kepada Soekarno

Rencana penyelamatan seperti yang pernah dialami Norodom Sihanouk itulah yang sempat didengar oleh Tranggono saat Kepala BPI Dr Subandrio berdialog dengan Menlu RRC dalam mobil yang membawa mereka. Marsma TNI Tranggono pada tahun 1989 membuat pernyataan tertulis tentang apa yang ia ketahui sebagai ajudan Dr. Subandrio pada waktu kedatangan Chen Yi di Indonesia membawa tim dokter China untuk mengobati Bung Karno.

Kepada Dr. Subandrio, Menlu  RRC mengatakan bahwa "Untuk Soekarno sudah saya siapkan tempat yang tenang di Danau Angsa" (RRC). Berarti nasip Soekarno akan sama dengan Pangeran Norodom Sihanouk pada waktu digulingkan Pol Pot juga lari Ke RRC, yaitu dibawa ke tempat yang telah dipersiapkan Pemerintah China. (Katoppo, 1999 : 48)<4>.

Perkembangan kesehatan Presiden Soekarno membaik, meskipun akhirnya meninggal lima tahun setelah diagnosis penyakitnya ditegakkan oleh tim dokter China. Skenario penyelamatan dan perawatan Bung Karno di kawasan indah Danau Angsa China tidak terlaksana. Mungkin Sang Pemimpin Besar Revolusi menolak karena memiliki pertimbangan dan agenda yang hanya beliau sendiri yang mengetahuinya. Andai Bung karno menyetujui dirawat di China dan lama beristirahat di kawasan Danau Angsa, mungkin perjalanan sejarah Indonesia juga lain. Terlepas dari Bung Karno jadi atau tidak ke Danau Angsa, PKI tetap melaksanakan rencana perebutan kekuasaan yang telah dipersiapkan

Sasaran program PKI adalah memenangkan Pemilu yang direncanakan pada tahun 1970. Rupanya PKI tidak ingin rencananya gagal bila mendadak Presiden Soekarno meninggal dunia karena sakit dan untuk itu harus mempersempit peluang angkatan darat memenangkan persaingan politik. Ibu pertiwi yang hamil tua terlalu lama bila dibiarkan secara legeartis melahirkan normal.

Bayi revolusi PKI harus dilahirkan dengan cara operasi sesar. Maka untuk melapangkan langkah PKI, penghalang rencana tersebut yaitu para petinggi angkatan darat yang antikomunis harus disingkirkan lebih dahulu menggunakan isu adanya Dewan Jenderal. Semula konsep operasi  PKI hanyalah menangkap para anggota Dewan Jenderal untuk dihadapkan kepada Presiden Soekarno, namun yang terjadi di lapangan adalah pembunuhan. 

Alternatif narasi sejarah

Indikasi melakukan tindakan operasi sesar untuk menyelamatkan ibu pertiwi adalah informasi adanya Dewan Jenderal. Tindakan PKI dilakukan dengan dalih untuk menyelamatkan Presiden Soekarno dari upaya perebutan kekuasaan yang akan dilakukan oleh Dewan Jenderal. Waktu yang dipilih untuk melaksanakan operasi adalah 30 September 1965.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun