Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Dari Mana Datangnya Kelezatan Cokelat untuk Valentine?

6 Februari 2020   08:43 Diperbarui: 6 Februari 2020   08:36 344
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi cokelat untuk Valentine (unsplash.com/Michele Blackwell)

Pencampuran ini yang kemudian menghasilkan cokelat batangan atau cokelat padat seperti yang kita nikmati saat ini. Untuk itu kita harus berterima kasih pada J.S Fry & Sons yang pertama kali memproduksi cokelat batangan mulai tahun 1847.

Fry menemukan bahwa sisa-sisa mentega kakao ketika dicairkan dan dicampur dengan gula dan bubuk kakao, dapat membentuk pasta tipis yang dapat dengan mudah dilipat menjadi bentuk batang cokelat. Sayangnya, cokelat batangan pertama yang diciptakan Fry masih terasa pahit.

Fry bukan satu-satunya yang memproduksi cokelat batangan. Dua tahun usai penemuannya, John Cadbury yang mendirikan perusahaan Cadbury Brothers memperkenalkan merek cokelat batangannya pada tahun 1849. Pada tahun yang sama, cokelat batangan Cadbury dan Fry ditampilkan di depan umum di sebuah pameran dagang di Bingley Hall, Birmingham.

Di belahan wilayah Eropa lainnya, Daniel Peter, seorang pengusaha dan pembuat lilin asal Swiss melihat peluang lain dari cokelat. Peter kemudian menciptakan proses membuat susu cokelat. Sayangnya, ia mengalami kesulitan dalam menyingkirkan air dari susu, sehingga akibatnya susu berjamur.

Peter kemudian bertemu dengan Henri Nestle, seorang pengusaha makanan bayi. Keduanya berkolaborasi menggabungkan susu kental dan mentega coklat untuk membuat cokelat susu kental yang tampaknya banyak dinikmati.

Setelah tujuh tahun bekerja keras, pada 1875 cokelat susu kental pertama berhasil dipasarkan. Berkat kesuksesan pemasaran cokelat susu itu, pada 1879 Peter dan Nestle kemudian sepakat untuk membentuk Nestle Company.

cokelat Nestle (unsplash.com/Inma Leisele
cokelat Nestle (unsplash.com/Inma Leisele

Namun, cokelat susu bukan satu-satunya hal yang mereka sumbangkan di dunia percokelatan. Nestle dan Peter juga berhasil mengurangi jumlah kakao yang digunakan dalam produksi cokelat susu mereka.

Teknik Nestle dan Peter ini lalu ditiru oleh Milton Hershey yang membangun kerajaan cokelatnya di Pennsylvania, Amerika Serikat setelah membeli sebuah mesin yang mirip dengan mesin milik Van Houten. Sebagian besar produksi cokelat Hershey dilakukan secara mekanis dengan mesin conching.

Mesin ini memiliki rol yang bergerak maju dan mundur untuk mencapai konsistensi rasa cokelat yang halus. Konsistensi cokelat ini sangat penting dan membedakan cokelat Hershey dari perusahaan lain dalam hal rasa dan kualitasnya.

Setelah mencapai konsistensi utama, batangan cokelat lalu diproduksi pada ban berjalan melalui operasi jalur perakitan. Berkat sistem produksi massal ini, pada tahun 1920-an cokelat Hershey mendominasi pasar.

Cokelat, Wanita dan Hari Valentine

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun