Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis

Penulis Konten | himam.id | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Perintah Hijab dalam Prinsip Islam yang Sederhana

17 Januari 2020   16:40 Diperbarui: 17 Januari 2020   16:55 176 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perintah Hijab dalam Prinsip Islam yang Sederhana
ilustrasi perintah hijab bagi muslimah (foto diolah dari Canva)

Prinsip Islam itu sederhana, take it or leave it. Dalam bahasa Al Quran, "Sami'na wa atho'na", Kami dengar Kami taat.

Sederhananya :

Mengerti sekarang, kerjakan sekarang juga. Mengerti sekarang, tinggalkan sekarang juga.

Simpel bukan? Meskipun begitu, prinsip yang sederhana ini bisa menjadi rumit dan sulit, karena sebagian besar umat Islam sendiri yang suka mempersulit diri.

Misalnya ketika telah sampai  perintah tentang sholat, puasa, zakat dan haji maka yang benar adalah " kami dengar kami taat ". Bukan kami dengar, kami pikir-pikir dulu, kami diskusikan dulu dan entah kapan taatnya.

Ketika telah sampai larangan untuk korupsi, maka yang benar adalah " kami dengar kami taat " untuk meninggalkan/menjauhkan diri dari korupsi tanpa mempertanyakannya. Bukan kami dengar, kami pikir-pikir, kami pertimbangkan, kami coba dulu hingga akhirnya malah jadi seorang koruptor.

Dalil Perintah Berhijab

Yang membuat Islam menjadi rumit itu ketika terjadi tawar menawar antara logika, perasaan, dan nafsu. Begitu pula dengan perintah berhijab.

Dalam Al Quran, Allah memerintahkan setiap muslimah untuk berhijab.

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. Al Ahzaab : 59)

Di dalam Tafsirnya, Abu Hayyan berkata:
"Di masa sebelum Islam, baik wanita merdeka maupun budak biasa pergi ketempat umum dengan membuka wajahnya. Para budak sering mengalami gangguan dari lelaki di kebun-kebun kurma di malam hari saat mereka keluar untuk memenuhi kebutuhannya. Kejadian yang sama juga dialami oleh wanita-wanita merdeka. Para pengganggu akan berkilah bahwa yang diganggu mereka adalah para budak."

Inilah alasan mengapa wanita (muslimah) merdeka diperintahkan untuk memakai pakaian yang berbeda dengan yang dipakai para budak, yaitu dengan memakai kain yang menutup kepala dan wajahnya hingga tidak memunculkan keinginan para pria-pria jahat untuk mengganggunya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x