Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Danone Blogger Academy dan Filosofi Cangkir Kosong

8 September 2019   17:13 Diperbarui: 8 September 2019   17:13 84
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
penulis saat presentasi outline tugas akhir (dokumentasi Danone Indonesia)

Di sebuah negeri, ada seorang guru Zen yang bijaksana. Banyak orang yang datang dari jauh hanya untuk meminta nasihat dan ilmu darinya.

Suatu hari, datanglah seorang sarjana muda.

"Saya datang khusus untuk meminta Anda mengajari saya tentang Zen," kata sarjana muda tersebut.

Guru Zen mengangguk, lalu meminta sarjana itu untuk masuk ke ruang pengajaran. Namun yang terjadi kemudian adalah, sarjana itu terlalu sering menyela nasihat dan ilmu yang diajarkan sang guru. Sarjana itu berulangkali melontarkan pendapat dan pengetahuan yang sudah ia miliki sehingga tidak dapat menyimak dengan baik apa yang diajarkan guru Zen.

Sambil tersenyum, Guru Zen lalu meminta sarjana itu mengikutinya ke meja ruang tamu. Di sana, guru Zen kemudian menuangkan teh ke cangkir kosong yang ada di depan sarjana muda. Dituangkannya minuman itu terus menerus sampai meluap ke atas meja dan akhirnya mengenai jubah muridnya.

Sarjana muda itu berteriak, "Stop, hentikan guru! Apa guru tidak melihat cangkirnya sudah penuh dan meluap?"

"Tepat sekali," jawab guru Zen sambil tersenyum. "Kamu itu seperti cangkir teh ini, penuh ide dan wawasan sehingga tidak  ada lagi ilmu yang cocok dan bisa kamu terima. Kembalilah kesini kalau kamu sudah bisa mengosongkan cangkirmu."

***

Kisah ini mengingatkan kita untuk tetap rendah hati, membuka diri terhadap ide-ide baru dan bersedia mengubah prakonsepsi kita.  Secara teori sederhana, tetapi sulit untuk dipraktikkan.

Seiring bertambahnya usia, kita mengisi cangkir kita dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang pernah kita peroleh di masa lalu. Ketika ada orang yang memberi saran, ide dan pendapatnya sendiri, kita cenderung memilih mana yang lebih cocok dengan apa yang kita yakini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun