Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Usai Asian Games 2018, Venue Olahraga Jangan Sampai Terlantar

2 September 2018   17:29 Diperbarui: 2 September 2018   23:57 2203
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Stadion Bola Voli Indoor di Beijing yang mangkrak (cnn.com)

Berbagai venue olahraga yang mewah dan megah jangan sampai terbengkalai usai digunakan. Pertanyaannya, apakah pemerintah sanggup untuk memeliharanya, sehingga nanti bisa digunakan ulang untuk event Olimpiade? Apalagi untuk menyelenggarakan event sekelas olimpiade, negara tuan rumah harus mengeluarkan biaya triliunan rupiah.

butuh biaya pemeliharaan setidaknya 20 milyar rupiah/tahun untuk Jakarta International Velodrome (twitter @COXArchitecture)
butuh biaya pemeliharaan setidaknya 20 milyar rupiah/tahun untuk Jakarta International Velodrome (twitter @COXArchitecture)
Maka, daripada membangun stadion baru, venue pertandingan baru, dan sarana penunjang lainnya yang serba baru pula, alangkah bijaknya jika pemerintah bisa memanfaatkan apa yang sudah mereka bangun selama ini. Hanya tinggal merenovasi dan menambahkan kekurangan yang ada hingga bisa mencapai standar fasilitas yang disyaratkan.

Dalam menyelenggarakan Asian Games 2018 ini, pemerintah Indonesia membangun beberapa venue olahraga yang baru, selain merenovasi beberapa venue lain yang sudah ada.

Pembangunan ini tidaklah mutlak dilakukan pemerintah sendiri. Banyak pihak lain yang juga ikut berkontribusi dalam pembangunan demi kesuksesan Asian Games 2018. Seperti yang dilakukan oleh APP Sinar Mas. Sebagai Official Partner Asian Games 2018, kontribusi nyata dari APP Sinar Mas salah satunya adalah dengan membangun Jakabaring Bowling Center di Palembang.

Selain itu, APP Sinar Mas juga ikut berkontribusi membenahi berbagai sarana olahraga dan sarana penunjang lainnya di Jakarta.

Tentunya kita tidak ingin apa yang sudah dibangun tersebut menjadi terlantar begitu saja setelah Asian Games 2018 usai digelar. Jangan sampai venue olahraga yang megah dan mewah menjadi tidak terawat hingga akhirnya dihuni oleh hantu-hantu pengangguran. Seperti yang seringkali terjadi pada beberapa kota besar di dunia yang pernah menyelenggarakan event olahraga besar.

Bulan Agustus kemarin, beberapa surat kabar internasional menurunkan liputan khusus seputar mangkraknya venue olahraga di beberapa kota besar yang pernah menyelenggarakan olimpiade.

Seperti yang terjadi di kota Beijing. Ibukota Cina ini pernah menjadi tuan rumah olimpiade pada tahun 2008. Tepat sepuluh tahun kemudian, media internasional menyoroti mangkraknya venue olahraga, sarana penunjang hingga landmark olimpiade lainnya di kota tersebut.

Tak hanya Beijing, nyaris setiap infrastruktur olahraga di kota besar yang pernah menyelenggarakan event olahraga akbar pada akhirnya terlantar, mangkrak karena tidak adanya biaya pemeliharaan yang begitu besar.

Rio Olympic Aquatic Center yang mangkrak (bbc.com)
Rio Olympic Aquatic Center yang mangkrak (bbc.com)
Ada stadion di Rio de Janeiro, tempat olimpiade musim panas 2016 digelar. Yang terbaru, 6 dari 12 stadion raksasa tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia juga terancam mangkrak karena praktis tidak digunakan dan tidak mampu menutupi biaya pemeliharaannya.

Situasi yang serupa kini mengancam pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah daerah Jakarta dan Palembang. Seperti yang diungkapkan Dwi Wahyu Darwoto, Dirut PT. Jakpro selaku pengelola Jakarta International Velodrome.

"Pertama saya sampaikan maintenance itu tidak mudah dan tidak murah. Kita tidak bisa membebani Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD) terus," kata Dwi di Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2018). "Kedua, dari segi fungsi sebagai badan usaha milik daerah (BUMD), kami harus mencari untung dari segi komersial tapi kami juga harus ada segi sosialnya," tambah Dwi seperti dikutip dari Kompas.com.

Karena tidak adanya penyelenggaraan olahraga yang rutin, pemerintah tentunya harus segera mencari solusi bagaimana cara memanfaatkan berbagai venue olahraga yang sudah dibangun. Sembari memikirkan pula cara mendapatkan dana pemeliharaan sehingga venue tersebut masih tetap terawat dengan baik, untuk nantinya bisa digunakan kembali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun