Primadi Wirawan
Primadi Wirawan

Primadi Wirawan adalah seorang Webmaster, Internet Marketer, dan Motivator. \r\n\r\nBersama istrinya, dia juga Founder dari MandiriYes.com, sebuah sistem Network Marketing Online yang merupakan solusi bagi mereka yang percaya bahwa bisnis MLM atau Network Marketing adalah kendaraan menuju Passive Income dan Financial Freedom, tetapi tidak punya banyak waktu dan masih enggan menjalankan bisnis ini secara offline atau "door-to-door".\r\n\r\nMari, wujudkan mimpi-mimpi Anda melalui MandiriYes.com.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

The Power of Self-Talk and Affirmation

16 Desember 2011   17:02 Diperbarui: 25 Juni 2015   22:10 1179 0 1
The Power of Self-Talk and Affirmation
13240532131437614688

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis artikel tentang "The Power of  Words”. Kita melihat bahwa betapa besar pengaruh kata-kata yang kita ucapkan pada kehidupan orang lain. Kata-kata yang kita ucapkan bisa memotivasi atau menurunkan semangat orang lain, bisa mengakibatkan perdamaian atau perang, bisa membuat orang lain menyukai kita atau membenci kita seumur hidup!

Tanpa kita sadari, selain mengucapkan kata-kata kepada orang lain, sebenarnya setiap hari kita juga mengeluarkan kata-kata yang ditujukan kepada diri sendiri. Itu yang namanya self-talk. Para peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang melakukan Self-Talk sebanyak 50.000 kali per hari. Angka ini jauh lebih banyak daripada apa yang kita katakan kepada orang lain. Dan pengaruhnya juga tidak kalah dahsyat dibanding dengan kata-kata yang ditujukan kepada orang lain.

Sejak mulai bangun pagi, kita melakukan self talk. ”Ah, masih ngantuk, tidur lagi aja”. Ketika perut lapar kita berkata dalam hati: ”enaknya makan apa ya?”

Sayangnya, banyak di antara self-talk itu yang bersifat negatif:

“Saya tidak berbakat jadi seorang marketing …”
”Background saya bukan orang teknik, jadi saya pasti tidak bisa  ...”
”Apa pun yang saya perbuat, tidak ada yang pernah berhasil bagi saya ...”
”Saya tidak akan pernah bisa berhenti merokok ...”


Dan yang menyedihkan, ucapan-ucapan dalam hati yang bersifat negatif itu dibiarkan tanpa kendali, selama bertahun-tahun.

Inilah yang oleh psikolog disebut sebagai ”bahasa budak” atau ”bahasa korban” (victim language).  Bahasa korban sungguh terus membuat Anda berada dalam pola pikir seorang korban. Ini semacam hipnosis diri yang membuai Anda ke dalam keyakinan bahwa Anda tidak layak dicintai dan tidak kompeten.

Agar dapat mewujudkan mimpi-mimpi kita, kita perlu melepaskan ”bahasa korban” dan mulai berbicara kepada diri sendiri sebagai seorang pemenang:

”Saya mampu mengerjakannya ...”
”Saya tahu ada pemecahan masalah untuk perkara ini ...”
”Saya cukup cerdas dan cukup tangguh untuk membereskannya ...”
”Segala sesuatu yang saya makan membantu saya mempertahankan berat tubuh yang terbaik.”
”Saya bisa berhenti merokok ..”
”Saya bisa berhenti minum minuman keras ...”


Mengapa Self-Talk itu penting? Karena apa yang kita ucapkan atau pikirkan, akan diprogram ke dalam pikiran bawah sadar.

Pikiran Bawah Sadar

Pikiran bawah sadar itu tidak berbeda dengan awak kapal. Anda-lah sang nakhoda. Maka Anda mempunyai wewenang untuk memberi perintah kepada awak kapal Anda. Ketika Anda bersikap demikian, awak kapal akan mengerjakan apa pun yang Anda ucapkan secara harfiah. Awak kapal (atau bawah sadar Anda) tidak memiliki selera humor. Ia betul-betul budak yang patuh.

Ketika Anda berkata: ”Saya tidak yakin akan menjadi seorang supervisor yang baik”, maka Anda telah memerintahkan awak kapal bawah sadar Anda untuk melewatkan segala kesempatan dan kemungkinan untuk berhasil.

Sebaliknya, jika Anda berkata: ”Saya yakin akan menjadi seorang supervisor yang baik”,  sang awak kapal akan mengantarkannya ke dunia nyata dengan membantu Anda memberikan ide-ide yang membuat Anda menjadi seorang supervisor yang baik.

Kekuatan pikiran bawah sadar inilah alasan Anda harus menjadi sangat waspada terhadap apa pun yang Anda ucapkan di dalam hati.

Ketika Anda menemukan diri mengatakan sesuatu yang negatif dan merugikan diri sendiri, segera hentikan dan katakan: ”Batalkan, batalkan!” Itu sama dengan sebuah pesan kepada bawah sadar Anda bahwa Anda membatalkan perintah yang sebelumnya telah Anda kirimkan. Setelah itu gantikan yang baru Anda katakan dengan alternatifnya yang positif. Berikut ini sebuah contoh:

”Aku kelihatannya tidak mampu
mencapai target penjualan bulan ini.”
(Ups!)
”Batalkan – batalkan! Aku yakin bisa mencapai target bulan ini
dan akan mencari cara untuk mencapainya.”



Sebagai ganti ucapan yang negatif, selalu ucapkan hal-hal positif mengenai diri Anda. Dan apa bila hal-hal yang positif tentang diri Anda ini Anda ucapkan secara berulang-ulang, maka mereka akan menjadi bagian yang alami dalam cara berpikir Anda.

”Afirmasi” ini beraksi dengan cara menyingkirkan dan menggantikan perintah-perintah negatif yang telah terlanjur terkirim ke dalam bawah sadar Anda selama bertahun-tahun.

Sangat dianjurkan agar Anda menyusun sebuah daftar berisi 10 sampai 20 pernyataan yang menegaskan keyakinan terhadap harga diri dan kemampuan Anda untuk mewujudkan mimpi-mimpi Anda. Berikut ini adalah beberapa contoh rangkaian kalimat affirmasi yang dapat Anda ucapkan setiap hari:


Saya yang menentukan masa depan saya sendiri dengan tuntunan Tuhan
Saya selalu ambil tindakan besar untuk mencapai impian-impian saya
Saya fokus pada apa yang dikatakan oleh hati nurani saya
Keyakinan saya terhadap masa depan saya sangat pasti
Saya percaya pada impian-impian saya


Saya menyukai teman-teman saya dan teman-teman saya menyukai saya
Saya memancarkan dan memberi harapan pada saya dan teman saya
Saya memancarkan semangat untuk saya dan orang lain
Saya rendah hati kepada siapa pun


SAYA MANUSIA LUAR BIASA!
Saya mampu dan dicintai
Saya sangat aktif
Saya pemberi


Saya kuat dan sehat
Mental saya sangat kuat
Percaya diri saya sangat tinggi
Hidup saya berarti untuk saya, keluarga, teman-teman, dan dunia


Jalankan kata-kata afirmasi di atas dan rasakan perubahan pada diri Anda dalam beberapa minggu kemudian. Hukum ”Positive Self-Talk” menyatakan: ”Anda dapat mengubah siapa diri Anda dengan mengubah apa yang Anda ucapkan ketika Anda berkata dalam hati.”