Emanuel Pratomo
Emanuel Pratomo Meneropong

twitter: @prattemm88 mail: prattemm@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Diiringi Hujan Kartu, Mukjizat Itu Nyata di Olimpico

21 Mei 2018   07:59 Diperbarui: 21 Mei 2018   08:55 725 0 0
Diiringi Hujan Kartu, Mukjizat Itu Nyata di Olimpico
Tendangan penalti Mauro Icardi (Foto: Twitter @Inter_id)

Datang ke Stadio Olimpico Roma, Inter Milan menantang tuan rumah Lazio pada dini hari tadi WIB (21/05/2018). Dalam giornata ke-38 yang sekaligus laga pamungkas Serie-A, Inter berjuang untuk mendapatkan mukjizat. Menantikan keajaiban untuk dapat tampil lagi di Liga Champions (UCL), setelah tujuh tahun absen.

Sebuah tendangan jarak jauh dilakukan Antonio Candreva di menit ke-5. Sayang bolanya masih menyamping dari tiang gawang mantan terindahnya.

Empat menit kemudian wajah dari Ivan Perisic justru membelokkan bola ke jala sendiri, setelah sebuah tendangan Adam Marusic menerpanya. #LazioInter 1-0.

Pelanggaran Marcelo Brozovic atas Sergej Milinkovic-Savic di menit ke-13, berbuah kartu kuning pertama. Dua menit kemudian tendangan jarak jauh mendatar dari Vecino, masih dapat diamankan kiper Thomas Strakosha.

Sepuluh menit giliran Joao Miranda yang diganjar kartu kuning. Tak lama kemudian gawang Inter benar-benar dalam lindungan para malaikat. Tendangan bebas Milinkovic-Savic membentur tiang gawang. Lalu sebuah tendangan penjuru masih dapat dihalau Samir Handanovic.

Tiga menit kemudian Felipe Anderson yang harus dihadiahi kartu kuning.

Berawal dari kemelut di dalam area kotak penalti Lazio, bek Danilo D'Ambrosio berhasil menceploskan bola ke gawang Strakosha di menit ke-29. #LazioInter 1-1.

Hadiah kartu kuning untuk dua pemain Lazio diberikan wasit untuk Senad Lulic (34') dan Lucas Leiva (37').

Handanovic harus memungut bola dari jalanya untuk kedua kalinya di menit ke-41. Giliran Anderson yang dapat membobolnya, setelah menerima umpan dari Lulic. #LazioInter 2-1.

Menit pertama tambahan waktu babak pertama, sebuah tendangan voli dari Perisic masih melambung di atas gawang Si Biru Langit. Babak pertama #LazioInter 2-1.

Kali ini giliran D'Ambrosio dapatkan hadiah kartu kuning, setelah melanggar Anderson saat babak kedua baru berlangsung dua menit.

Menit ke-60, Candreva sudah harus berhenti melakukan perlawanan terhadap mantan terindahnya. Cedera atau kartu merah? Oh ternyata, Luciano Spaletti menggantikannya dengan striker Eder Citadin Martins. Berselang tiga menit, kiper Strakosha yang harus dihadiahi kartu kuning.

Lima menit kemudian giliran striker belia Yann Karamoh masuk menggantikan Rafinha Alcantara. Masuknya dua striker menggantikan dua gelandang, menandakan tiga striker Inter siap sampai titik penghabisan.

Pelatih Simone Inzaghi pun segera bereaksi dengan melakukan pergantian dua pemain. Jordan Lukaku masuk menggantikan Ciro Immobile di menit ke-75, serta Bastos (Bartolomeu Quissanga) masuk menggantikan Stefan Radu di menit ke-77.

Inter mendapatkan hadiah penalti dari wasit Rocchi di menit ke-72. Namun keputusan Rocchi harus dianulir, setelah teknologi VAR berhasil membuktikan tak terjadinya sentuhan tangan Milinkovic-Savic terhadap bola.

Gooolll dari MI-9 di menit ke-78. Tendangan penalti dari Mauro Icardi, setelah benar-benar dilanggar oleh Stefan De Vrij dengan menarik kaosnya. #LazioInter 2-2.

Semenit kemudian Lulic harus keluar lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Biru Langit harus bermain dengan 10 pemain.

Tak lama berselang Karamoh nyaris saja menggetarkan jala Lazio. Akhirnya menit ke-81, Vecino benar-benar membuat Mukjizat Itu Nyata di Olimpico. Gol sundulannya berhasil membuat Strakosha harus memungut bola untuk ketiga kalinya, setelah menyambut umpan Brozovic. #LazioInter 2-3.

Semenit kemudian Andrea Ranocchia masuk menggantikan Danilo D'Ambrosio. Selain penyegaran sisi pertahanan, Ranocchia juga dapat berfungsi sebagai pencuri gol udara melalui sundulan mautnya. Giliran Vecino yang dihadiahi kartu kuning di menit ke-83.

De Vrij yang akan berlabuh ke Giuseppe Meazza di musim depan, semenit kemudian digantikan oleh Nani. Lega sudah perasaan batin De Vrij yang harus dipaksa menikmati buah simalakama pada pertandingan ini.

Malapetaka bagi Lazio semakin lengkap, dengan dikartu merahkannya Patric saat perpanjangan waktu telah masuk di menit ketiga.


(Foto: Twitter @Inter_id)
(Foto: Twitter @Inter_id)

#LazioInter 2-3, akhir pertandingan yang sangat dramatis diiringi hujan kartu kuning dan merah. Mukjizat Itu Nyata di Olimpico. Inter Milan sanggup memuaskan dahaga yang hampir tujuh tahun absen dalam kompetisi terelit di benua biru UCL.

Raihan point Inter dan Lazio memang sama yaitu 72. Sementara selisih gol Lazio pun jauh lebih banyak. Namun Inter unggul dalam head to head, dimana dalam pertandingan pertama di Giuseppe Meazza berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Nah, masih ada mukjizat yang kunantikan bagi diriku sendiri lho ya. Inginnya sih memiliki jersey aseli lengkap musim 2017-2018 serta musim 2018-2019, dari jersey pertama hingga yang ketiga. 

Lalu dapat mengunjungi Giuseppe Meazza pas berlangsungnya Derby Della Madonina. Akan lebih bersyukur saat benar-benar jika Inter dapat tampil dalam Fase Grup Utama UCL serta lolos dalam fase knockout.

Kemudian dapat mengunjungi seluruh fasilitas Jiangsu Suning sebagai saudara baru Inter, dan tentunya kantor pusat Suning Group di Tiongkok. Mumpung Suning masih kecantol berat sama si Biru Hitam, dan belum berniat melepaskan kepemilikannya ini. 

Akun Twitter pribadi Erick Thohir (President Inter Milan) sekarang terlihat sudah mulai aktif cuitannya lagi nih. Kalau ada sebuah mukjizat dari Bang Erick, mudah-mudahan nantinya dibicarakan saat bertemu di kursi VVIP Pembukaan atau Penutupan Asian Games 2018. #Eh #NgimpiKaliYe

Boleh dong sekali-sekali memimpikan mukjizat yang sepertinya mustahil terjadi.

#ForzaInter #InterIsHere #UCL