Mohon tunggu...
Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Mohon Tunggu... ASN (Aparatur Sipil Negara)

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Euro 2016: “Rumor Isu Rasialis, Prancis Pesimis Prancis Optimis”

4 Juni 2016   08:49 Diperbarui: 5 Juni 2016   08:32 171 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Euro 2016: “Rumor Isu Rasialis, Prancis Pesimis Prancis Optimis”
maskot-eropa-2016-57538100517a61eb0427b398.jpg

(sumber gambar: www.bola.com

Event prestisius Euro 2016 di Prancis serasa hambar bagai sayur kurang garam, kurang greget, kurang pedas. Ini disebabkan absennya salah satu negara eropa kincir angin berlabel “juara tanpa mahkota”  Belanda. Ketidakhadiran tim nasional Belanda. Tidak lolosnya Kualifikasi Euro 2016 yang berlangsung di perancis menjadikan negara Belanda alpha.

Sangat disayangkan, ketiadaan tim sepakbola negara Belanda, mengurangi agresivitas, atraktivitas permainan sepakbola lapangan hijau. Seperti diketahui Belanda di huni pemain-pemain top eropa seperti Robben (Bayern Munich), Van Persie (mantan punggawa Arsenal, pernah membela MU kini Galatasaray).

Untungnya ketidakhadiran Timnas Belanda terobati oleh kehadiran timnas negara Eropa seperti, Jerman (juara piala dunia 2014), Spanyol (juara bertahan Piala Eropa tahun 2008 dan 2012), Inggris yang dahulu dibuat menangis oleh Belanda, dengan kombinasi pemain senior-junior Inggris di favoritkan juara eropa, Portugal yang dihuni pemain hebat Cristiano Ronaldo (juara serta top skore Liga Champion 2016 di Milan dengan 16 gol), Swedia dengan icon Ibracadabra, negara terkenal akan pizza Italia, Belgia sebagai negara peringkat 1 FIFA, pendatang baru Wales yang di huni pemain hebat bermain untuk Real Madrid Gareth Bale, tentu tidak mau dianggap sepele untuk bersaing meraih juara, Rumania, Albania, Swiss, dan Perancis sebagai tuan rumah event akbar level Piala Eropa 2016.

Tuan rumah Prancis jelas tidak bisa coret dari daftar favorit juara piala Eropa 2016. Kesempatan tim berjuluk Les Blues ini semakin besar lantaran didukung tren positif masa lalu. Dukungan supporter tuan rumah diyakini membuat Les Bleus termotivasi melanjutkan trend positif sebagai tuan rumah pada ajang event-event sebelumnya.

Komposisi skuad yang dimiliki Deschamps cukup menjanjikan. Namun, keputusan dalam menentukan 23 pemain untuk piala Eropa 2016 bukan tanpa kontroversi. Paling jelas adalah keberanian Didier Deschamps tidak menyertakan Karim Benzema. Padahal, performa penyarang berusia 28 tahun tersebut begitu bagus bersama klubnya, yakni Real Madrid.

Kontroversi tercoretnya Karim Benzema dari starting eleven team Leus Bleus menuai berbagai tekanan ditujukan kepada pelatih Didier Deschamp dengan tuduhan rasialis. Apapun permasalahannya besar harapan saya sebagai penikmat sepakbola, rumor tersebut tidak membebani persiapan Prancis.

Namun, demikian dukungan kepada Deschamp tetap mengalir dari pemain, salah satunya dari gelandang Juventus Paul Pogba. Dari pemberitaan media Pogba mengatakan “Ketika memiliki pelatih seperti Deschamps, anda akan merasa sangat nyaman”, ungkapnya.

Sebagai tuan rumah Les Bleus wajib memaksimalkan tuah sebagai tuan rumah untuk meraih gelar juara, jika tidak ingin angkat koper lebih awal. Tampil dihadapan pendukung sendiri pesimisme merupakan tekanan tersendiri, akan tetapi disisi lain tentu merupakan kebahagiaan dan itu sebuah optimisme.

Kombinasi skuad pemain senior kaya pengalaman dan pemain muda berjiwa patriotis, tidak hanya menyuguhkan atraksi terbaik namun juga menghibur, Prancis pantas diperhitungkan bersaing meraih titel tertinggi seperti raihan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Makassar, 4 juni 2016

VIDEO PILIHAN