Mohon tunggu...
ana Mhi
ana Mhi Mohon Tunggu... Freelancer - Menulis itu pilihan, bercerita itu keharusan

Berusaha mencipta aksara penuh makna

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

(Puisi) Yang Terkasih

28 September 2022   07:10 Diperbarui: 2 Oktober 2022   22:16 177 23 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: pixabay.com/Bingodesigns

Irama langkah bukan lagi hitungan kita
Ada nada tersumbang oleh deru angin nestapa
Kadang melodinya bergema pada tebing-tebing jiwa
Menggores sajak pada tiap lembaran asa

Senyapnya gelap tidak lagi mencipta bayang
Menepi sejenak pada bait berkisah sejuta kenang
Berburu harap pada sela-sela ilalang
Menapaki baris demi baris impian tinggi melayang

Sayang
Pejam netra lalu lupakan insan penyayat luka
Terbanglah tinggi tanpa beban di dada
Esok cahaya buana siap menyambut dengan mesra
Ucapkan salam pada tiap jengkal kehidupan yang fana

Gorontalo, 28 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan