Mohon tunggu...
Piccolo
Piccolo Mohon Tunggu... Hoteliers - Orang biasa

Cuma seorang ibu biasa

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Hei Remahan Tanuki....

29 Desember 2020   02:18 Diperbarui: 30 Desember 2020   17:09 132
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Minumlah. Kalau vitamin C tak aman untuk penderita sakit maag, setidaknya susu lebih netral untuk dikonsumsi siapa pun. Walau pun aku nggak tau sebenernya Bapak boleh atau nggak, suka atau nggak minum susu.

Makasih, ya.

Aku nyaris lupa ada Davina di teamku. Entah sudah berapa lama aku tak bertemu perempuan aneh itu. Sejak dia kutugaskan membantu di salah satu cabang, kami memang hampir tak pernah bertemu.

Malam itu aku tahu Davina sedang di kondisi tidak baik. Aku tak cemas. Biasa saja. Tak secemas bila supervisorku lainnya sedang sakit. Aku memang tak terlalu memperhitungkan peran Davina di teamku. Belum banyak yang bisa dia lakukan untuk kami. Ditambah lagi, Davina sepertinya memang punya kepribadian sangat aneh. Sebentar aku bisa merasa dia begitu terbuka, tapi sebentar dia begitu tertutup.

Sore itu aku sengaja mengirimi dia pesan singkat lewat whatsapp. Davina bisa begitu lancar menjawab pertanyaanku dan saran yang dia berikan memang masuk akal. Tapi kenapa selama ini dia bahkan tak pernah membalas pesan-pesan di group whatsapp operasioanl. Mumpung Davina sedang lancar aku ajak bicara, aku lanjutkan obrolanku sore itu dengannya.

Kenapa kalau di group nggak pernah respon?

Apa aku cukup baik dan layak untuk bisa memberikan saran di hadapan senior-seniorku?

Kenapa begitu?

Apa aku harus berbicara begitu aktif, frontal, dan lantang supaya dianggap kerja?

Lagi! Davina membuatku tak mengerti apa yang dia sampaikan.

Nggak ngerti. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun