Mohon tunggu...
PETRUS PIT SUPARDI
PETRUS PIT SUPARDI Mohon Tunggu... Penulis - Menulis untuk Perubahan

Musafir di rumah bumi Papua

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Yuli Siforo, Dari Belantara Asmat untuk Dunia

6 Oktober 2018   13:37 Diperbarui: 6 Oktober 2018   13:56 1165
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Yuli menjelaskan bahwa uang hasil jualan sebagian disisihkan untuk kelompok dan sebagian lainnya dibagikan ke Mama-Mama anggota kelompok. "Jadi, saya biasa bilang ke Mama-Mama, bahwa hasil kebun yang dijual ke pasar di Agats, uangnya sebagian disimpan untuk kelompok. 

Sebagian lainnya untuk Mama-Mama. Uang kelompok, saya simpan di CU Ndar Sesepok Keuskupan Agats. Pastor Vesto tahu kami punya tabungan di CU," tuturnya.

***

Perempuan dan anak-anak Asmat di Ayam, Akat.
Perempuan dan anak-anak Asmat di Ayam, Akat.
Bermula dalam Keluarga

Sebagaimana lazimnya, orang Asmat menyatu dengan alam. Mereka mengambil makanan dari alam. Sebagian besar waktu dihabiskan di dusun dan bevak. Pada saat keluarga-keluarga pergi ke dusun, mereka membawa serta anak-anak. Itulah alasan sebagian besar anak-anak Asmat tidak bisa bersekolah.

Batin Yuli terasa sesak tatkala menyaksikan orang tua membawa anak-anak ke dusun. Sebab, ketika anak-anak ikut ke dusun, maka mereka tidak bisa bersekolah. Jika anak-anak tidak ke sekolah, maka masa depan kampung akan suram. 

Yuli berusaha mengingatkan orang tua supaya tidak membawa anak-anak ke dusun. "'Saya biasa kasih ingat orang tua supaya jangan bawa anak-anak ke dusun. Anak-anak harus sekolah," tegasnya. 

Yuli juga mengatakan bahwa masa depan generasi Asmat sangat ditentukan oleh pendidikan di dalam keluarga. "Segala sesuatu bermula di dalam keluarga. Anak-anak lahir, tumbuh berkembang di dalam keluarga. 

Karena itu, orang tua harus didik anak-anak supaya mereka memiliki karakter yang baik. Dasar pendidikan di dalam keluarga adalah doa. Anak-anak harus diajari berdoa sejak kecil," tutur Yuli. Ia berharap keluarga-keluarga di Asmat, terutama di Kampung Waw Cesau senantiasa tekun.  

Ketika orang tua sudah meletakkan pendidikan karakter kepada anak-anak di dalam keluarga, maka pada saat anak-anak masuk sekolah, mereka akan tertib dan disiplin. Yuli menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak Asmat. 

"Saya selalu bilang ke anak-anak perempuan Asmat bahwa mereka harus sekolah. Mereka harus menjaga diri dan tidak pacaran supaya bisa meraih masa depan sesuai cita-cita masing," tuturnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun