Transportasi Pilihan

Tertib Berlalu Lintas dan Taati UU, Kunci Keselamatan dalam Berkendara

11 Mei 2019   10:30 Diperbarui: 11 Mei 2019   10:35 11 1 1
Tertib Berlalu Lintas dan Taati UU, Kunci Keselamatan dalam Berkendara
Seorang pemuda di India nekat selfie dipinggir rel, ia tidak mengetahui kereta akan lewat (Foto: Istimewa)


Baru-baru ini ulah beberapa pengendara motor saat berada di perlintasan kereta api menjadi viral. Pertama kejadian seorang wanita yang nekat menerobos palang perlintasan yang sudah tertutup dengan cara mengangkatnya, akibatnya wanita tersebut malah terjatuh. Kejadian selanjutnya adalah pemotor yang nekat menerobos palang pintu yang telah tertutup, beruntung ia sempat dicegah oleh petugas.

Tidak hanya itu, memasuki bulan Ramadhan rel kereta api menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat untuk ngabuburit. Mereka bercanda, selfie dan menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka. 

Jika beruntung maka mereka dapat kembali dengan selamat kerumah. Kejadian naas saat ngabuburit di rel kereta menimpa salah satu gadis asal Kebumen yang tersambar kereta api saat tengah selfie di rel kereta.

Masyarakat juga menjadikan rel kereta api sebagai lokasi yang menurut mereka cocok untuk mengakhiri hidup, terbukti dari banyaknya kasus bunuh diri yang dilakukan dengan menabrakkan diri ke kereta api. Kasus terbaru adalah seorang wanita Blitar bernama Ernawati yang menabrakkan diri ke KA Dhoho.

Kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan lain pun terus terjadi. Kebanyakan kecelakaan tersebut dikarenakan kecerobohan pengendara. Mereka tidak mau berhenti sejenak untuk memastikan tidak ada kereta api yang akan lewat. 

Dalam beberapa kejadian, pengendara sudah diperingatkan untuk tidak melintasi perlintasan namun mereka tidak mempedulikan peringatan tersebut. Akibatnya kecelakaan pun tidak dapat dihindari.

PT KAI (Persero) sebenarnya sering memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan dan Undang-Undang yang berlaku. 

Dikutip dari Detik.com, Edy Kuswoyo selaku VP Public Relations PT KAI menjelaskan terkait UU yang mengatur tentang palang pintu di perlintasan. Ia mengutip UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angutan Jalan (LLAJ) pasal 114. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan Jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup.

Pasal tersebut juga diperkuat dengan UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam pasal Pasal 124 disebutkan bahwa pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

PT KAI juga kerap mengingatkan masyarakat supaya tidak ngabuburit di rel kereta api, namun peringatan tersebut sepertinya tidak dipedulikan. Padahal sudah banyak masyarakat yang menjadi korban karena ngabuburit di lokasi ini. 

Joni Martinus selaku Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung mengatakan bahwa rel kereta api merupakan jalur yang dilindungi dalam UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian sehingga masyarakat dilarang untuk melakukan aktivitas di kawasan tersebut termasuk kegiatan ngabuburit.

Ia juga menegaskan bagi masyarakat yang melanggar aturan tersebut maka dapat dikenakan sanksi berupa pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta.

Aturan dan UU Perkeretaapian dibuat demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api serta keselamatan pengguna jalan lainnya. Pemerintah juga telah menyediakan alat pengaman berupa palang pintu untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. 

Sudah saat nya masyarakat menyadari bahwa keselamatan adalah hal yang paling utama. Pada dasarnya kunci keselamatan ada dalam diri sendiri. Sudah ada aturan yang lengkap, tinggal bagaimana seseorang menyikapi aturan tersebut.