Mohon tunggu...
Pende Lengo
Pende Lengo Mohon Tunggu... Mahasiswa - Tau lo Hulondalo

Wololo Habari

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Budak Permintaan

1 Desember 2022   20:43 Diperbarui: 1 Desember 2022   20:49 32
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Kenapa ya kita terlalu menjadi budak atas permintaan orang lain. 

Untuk bilang tidak itu rupanya terlalu sulit di mulut, meski otak sudah mengatakannya.

Namun masih sangat terlalu sulit untuk menyambungkan pesan itu.

Baca juga: Novemberia

Kalau bisa dibilang, aku saja sangat pelit untuk menuruti permintaanku sendiri.

Harus puasa bertahun-tahun, menahan kuatnya hasrat permintaan yang berkeliaran.

Lah ini... kalian hanya butuh beberapa detik saja untuk membuatku menghidupkan permintaan itu.

Baca juga: Jahat

Sementara aku harus mengubur dalam lagi permintaan diriku sendiri.

Kalau kata Patrick Star... "Dunia ini tidak pernah adil, maka biasakanlah dirimu"

Oke siap, aku sudah terlalu cukup terbiasa untuk hal ini.

L, 1 Desember 2022

Baca juga: Unik

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun