Mohon tunggu...
Christiaan Hoetahaean
Christiaan Hoetahaean Mohon Tunggu... Kepercayaan dan Toleransi

Pembelajaran telah tersedia bagi siapa saja yang bisa membaca. Keajaiban ada dimana - mana. (Carl Sagan)

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Resensi Novel "Harimau! Harimau!"

8 Oktober 2019   19:43 Diperbarui: 8 Oktober 2019   19:46 0 0 0 Mohon Tunggu...
Resensi Novel "Harimau! Harimau!"
bbc.com

Judul buku        : Harimau ! Harimau !
Penulis.               : Mochtar Lubis
Penerbit             : Buku Obor
Dimensi buku  : 216 halaman
Tahun terbit      : 1975
Genre Buku      : Novel

"Bunuhlah dahulu Harimau dalam dirimu !" Kata -- kata tersebut barangkali adalah kata -- kata paling legendaris, paling diingat, dan paling dikenang dari novel ini. Terlebih lagi, jika pembaca sedikit mengetahui latar belakang dan sepak terjang Mochtar Lubis, penulisnya, maka sensasi saat membaca novel ini akan sangat luar biasa. 

Mochtar Lubis merupakan sastrawan yang menjadi musuh rezim orde lama hingga orde baru. Dua masa yang sedikit banyak mempengaruhi cerita dalam novel ini dan karya -- karyanya yang lain. Disamping sebagai seorang sastrawan, Mochtar Lubis juga merupakan seorang Jurnalis. B

isa dikatakan, Mochtar merupakan salah satu pionir Jurnalisme Sastra dan Jurnalisme Investigasi di Indonesia. Laporan mengenai Perang Korea yang dituangkannya dalam buku Catatan Perang Korea boleh jadi merupakan salah satu karya jurnalisme investigasi terbaik sepanjang sejarah jurnalisme Indonesia. 

Hal terpenting dalam setiap karya -- karya Mochtar Lubis adalah independensi serta kekritisannya. Hal yang sama mengantarkan dia ke penjara sebagai tahanan politik di kemudian hari.

Novel Harimau ! Harimau ! menceritakan Pak Haji, Pak Balam, Wak Katok, Sanip, Talib, Sutan, dan Buyung. Tujuh orang pencari damar yang hendak dimangsa seekor Harimau tua di tengah hutan. 

Satu per satu dari mereka diterkam oleh Harimau, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memburu Harimau tersebut sebelum mereka semua menjadi korban buruan. 

Awalnya mereka khawatir bahwa Harimau tersebut adalah Harimau siluman. Namun, setelah Wak Katok, seorang yang berilmu tinggi, memastikan bahwa Harimau itu hanyalah Harimau biasa yang tengah kelaparan, mereka pun memutuskan untuk memburu Harimau tersebut. 

Saling buru pun dimulai. Baik Harimau maupun mereka saling melacak jejak, menunggu waktu yang tepat untuk membunuh. Selama perburuan ini, sifat -- sifat asli setiap tokoh mulai kelihatan. Sifat yang selama ini mereka tampilkan ternyata hanya ilusi. 

Sifat paling murni dan paling alami mereka justru kelihatan dalam sebuah perburuan Harimau yang hendak memangsa mereka. Dia yang selama ini kelihatan baik dan suci, ternyata tidak sebaik dan sesuci itu. Dia yang selama ini dikenal dan dihormati sebagai seorang yang berilmu tinggi, ternyata memiliki nyali yang memprihatinkan. Semua terbongkar satu per satu.

Dengan alur cerita yang seperti itu, pembaca barangkali akan menebak - nebak bahwa novel ini adalah novel psikologi yang anti heroisme. Namun, peristiwa -- peristiwa berikutnya akan membuat pembaca terkejut, heran, dan tentunya tidak mampu menebak. Ya, cerita dalam novel ini memang akan sangat sulit ditebak, hingga pembaca menyelesaikan lembar terakhir. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN