Mohon tunggu...
Anwar Effendi
Anwar Effendi Mohon Tunggu... Jurnalis - Mencari ujung langit

Sepi bukan berarti mati

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Bernyanyi dan Bermain Petasan

12 Mei 2020   12:03 Diperbarui: 12 Mei 2020   12:01 533
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Malam Bulan Ramadan identik dengan salat Taraweh. Bahkan salat sunah delapan rakaat itu, seolah jadi penanda datangnya Bulan Ramadan. Masjid-masjid mendadak jadi penuh dengan kehadiran jemaah. Mebeludaknya jumlah jemaah hingga masjid tidak mampu menampung, Pengurus DKM pun terpaksa memasang tenda di halaman masjid untuk memfasilitasi jemaah yang datang.

Ada lagi yang lebih menarik lagi jika "musim" salat Taraweh tiba. Yakni kehadiran anak-anak di masjid, banyaknya luar biasa. Kehadiran mereka selain dibawa oleh orangtuanya, juga dalam rangka melaksanakan tugas sekolah. Mereka mencatat materi yang disampaikan penceramah saat masuk sesi kultum.

Alih-alih melaksanakan salat Tarawaeh atau mencatat materi penceramah, anak-anak justru lebih banyak bermainnya di masjid. Berisiknya minta ampun. Ada yang menjerit seperti kaget, ada yang teriak-teriak memanggil temannya, tidak jarang juga terdengar suara tangisan.

Namanya juga anak-anak, dunianya memang begitu. Tapi tingkah mereka kadang sering mengganggu juga kekhusyuan salat. Pengurus masjid sering mengingatkan agar anak-anak bisa tertib di dalam masjid. Mendengar nasihat dari pengurus masjid, bukannya meredakan suara, anak-anak kadang justru sering membuat kegaduhan. Bacaan salat pun sering mereka mainkan.

Seperti saat menjawab seusai imam salat membacakan surat Alfatihah, mereka suka-suka saja mengucapkan aamiin. Ada yang bilang amin..amin..amin. Terdengar juga suara amin..amin..amiiiiiiiin. Mereka seperti bahagia bisa memplesetkan kata aamiin.

Anak yang lebih bandel lagi, suka menambahkan kata "Bapak" di depan ucapan aamiin. Jadi terdengar dengan jelas, teriakan "Bapak Aamiiiiiin..". Kebetulan ada warga yang rumahnya dekat masjid namanya Pak Amin. Jadi kalau sudah "musim" salat Taraweh, warga tersebut menjadi bahan candaan anak-anak. Sangat menyebalkan memang, kadang salat jadi kurang khusyu karena sering menahan senyum akibat ulah anak-anak.

Membuat ibu-ibu jadi latah

Kebandelan anak-anak itu, yang kadang sering mengundang senyum, masih dalam tahap yang wajar. Tapi ada juga ulah bandel anak-anak kadang sudah keterlaluan. Seperti bermain petasan di halaman masjid, sementara salat di dalam masjid masih berlangsung.

Suara yang ditimbulkan oleh petasan dan cukup keras itu, tidak jarang mengagekan jemaah masjid. Kalau cuma kaget saja itu belum seberapa. Ini kasihan ibu-ibu, yang suka kagetan terus mengeluarkan kata-kata latah. Konyolnya lagi, ibu yang latah itu spontan mengucapkan kata-kata jorok.

Saat petasan bunyi...duuuuaaaaaaarrr, si ibu jemaah masjid langsung kaget. Sayup-sayup terdengar suara: "Eh k*n*ol..Eh k*n*ol..Eh k*n*ol. Eta aya k*n*ol gede..."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun