Mohon tunggu...
Peb
Peb Mohon Tunggu... Arsitek - Pembaca yang khusyuk dan penulis picisan. Dulu bercita-cita jadi Spiderman, tapi tak dibolehkan emak

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun jangan ambil yang jadi milik Tuhan, dan berikanlah yang jadi hak kaisar.

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Paradoksal Prabowo dan Celoteh 'Nyinyir' pada Lembaga Survey

23 Januari 2017   13:28 Diperbarui: 23 Januari 2017   20:01 3551
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Tukang "Polling" Mobilnya Mercedes, Gue Saja Enggak.."

Demikian penggalan pernyataan Prabowo, Ketua Partai Gerindra dan Mantan Calon Presiden pada Pilpres 2014.

Sudah lama Prabowo tak membuat pernyataan yang bikin publik tertegun atau tersentak. Usai Pilpres2014, dia seperti sepi dari pemberitaan media. Kalaupun ada isu politik yang hangat maka lebih sering kadernya dari partai Gerindra tampil dan menghiasi beragam media.

Prabowo muncul dan bikin berita lagi belakangan ini ketika dia memberi dukungan langsung kepada Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilgub DKI. Dia tak cuma duduk manis, tapi juga 'turun gunung' berkampanye untuk kedua jagoannya itu. Tak lama berselang muncul berita Prabowo saat Jokowi bertandang ke kediamannya untuk 'silaturahmi politis' terkait masa 'heboh aksi bela Islam'. Sontak rangkaian berita Prabowo tersebut menciptakan kehadirannya kembali di ruang politik nasional yang belakangan ini menghangat.

Kini Prabowo seolah 'tak mau kalah' dengan SBY yang 'berpanggung' dengan celotehnya di twitter, atau dengan Megawati yang kekeuh membela Ahok, serta menyuarakan tetap tegaknya NKRI ditengah maraknya ancaman disintegrasi bangsa oleh kelompok Islam garis keras. Prabowo hadir dengan 'cukup menyentil' keberadaan lembaga Survey yang mengeluarkan polling Pilgub DKI.

Sejumlah dugaan publik muncul dikaitkan dengan Pilgub DKI yang tengah memasuki tahap kampanye dan Debat Cagub DKI. Selama ini, pasangan Anies-Sandiaga yang diusung Prabowo (Gerinda dan PKS) selalu berada di urutan buncit diantara ketiga kontestan Pilgub DKI dalam berbagai survey. Bahkan usai Debat Cagub yang resmi diselenggarakan KPU, Anies-Sandiaga masih belum bisa menduduki tempat teratas. Padahal Anies merupakan tokoh yang sudah biasa bicara di panggung seminar dan debat.

Dia dikenal 'raja seminar'. Pengalaman 'seminar dan debat' nya jauh diatas Agus dan Ahok. Tapi kenapa berbagai hasil survey menempatkan Anies-Sandiaga di urutan terbawah? Perkembangan kini lebih baik, Anies dan Sandiaga tak melulu berada dibawah. Sejumlah hasil survey menempatkan mereka di atas dan tengah. Ini cukup menggembirakan bagi para pendukungnya. Namun bagaimana Prabowo melihat semua itu?

Kondisi relativitas hasil survey membuat Prabowo 'gerah'. Dia pun mengeluarkan 'kartu AS'nya untuk 'menghajar dan menelanjangi' lembaga survey. Menurut Prabowo, lembaga survey 'tak selalu perlu dipercaya karena punya kepentingan ekonomi yang membuatnya kehilangan obyektivitas sebagai lembaga peneliti'.

Prabowo bukan asal ngomong, bukan karena bermodal baca berita. Bukan karena dengar kasak-kusuk. Bukan pula hanya mendengar dari para pembisiknya. Dia bicara atas dasar pengalaman empirisnya saat Pilpres 2014.

Dalam hal ini ada semacam paradoksal Prabowo. Di satu sisi, dia ingatkan para lembaga survey yang bekerja atas dasar pesanan dan kepentingan pihak tertentu, serta kepentingan ekonomi (profit) bagi para peneliti di lembaga tersebut. Ada kepentingan yang lebih besar yakni Maju dan Sehatnya Demokrasi sebagai kepentingan bersama anak bangsa. Disisi lain, dia merupakan user lembaga survey saat Pilpres 2014 lalu, dan bukan tidak mungkin tim pemenangan Anies-Sandiaga di Pilgub DKI juga menggunakan lembaga survey.

Bagaimanapun lembaga survey politik kini merupakan keniscayaan di dalam realitas politik negeri ini. Minimal, hasil lembaga survey memberikan gambaran tentang diri kandidat gubernur (pilgub DKI) di tengah masyarakat calon pemilih. Selain itu hasil survey menjadi cermin seluruh tim kerja sang Cagub.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun