Mohon tunggu...
Apologet Paul Zhang
Apologet Paul Zhang Mohon Tunggu... Apologet Kristen -

Apologet (Menjawab Iman Kristen). Penulis buku best seller Serial Menggugat Alkitab dan Khilafah Terakhir. Memberitakan Injil fokus kepada orang-orang Islam. Artikel tentang Khilafah Nusantara (sedang dibukukan) menggelitik dan memandang masa kolonialisme dari perspektif kekuasaan Islam. Aktifitasnya berapologia, menjawab fitnahan Islam terhadap kekristenan sudah membuahkan hasil dengan ratusan ex-muslim yang dibaptis, juga banyak orang kristen yang diteguhkan imannya melalui artikel dan tulisannya di Facebook.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Membawa Permusuhan Timur Tengah Ke Indonesia – Masih Saktikah Garudaku ?

17 Oktober 2015   10:53 Diperbarui: 15 Januari 2017   07:00 543
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 

[caption caption="source: http://www.aljazeerah.info"]

 

“gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja“   

 

Perang di Timur Tengah ada di Indonesia, siapa yang membawa?

Perang Palestina dan Israel

         Dimulai sejak tahun 1917 atas mandat Inggris (Britania) yang dipandang oleh orang Yahudi dan Arab sebagai janji Inggris untuk memberikan wilayah kepada orang Yahudi di Timur Tengah. Tentu saja hal ini ditentang oleh bangsa Arab yang tinggal disekitarnya seperti Mesir, Yordanian, Lebanon, Arab Saudi dan Irak. Namun pada tahun 1948 setelah Inggris pergi dari Timur Tengah, orang-orang Yahudi secara sepihak mendirikan Negara Israel. Perang berlangsung di Palestina dengan sengitnya dan terjadi beberapa periode: Perang Arab-Israel (1948), Perang enam hari (1967), Perang Yom Kipur (1973), Intifada Pertama (1987-1993), Intifada Al-Aqsa (2000 sd sekarang). Hampir semua negara di Timur Tengah terlibat dalam perang ini dan berusaha mengusir pendudukan bangsa Yahudi di Palestina.

         Semua simpati dari Negara-negara dunia kepada Palestina maupun Israel berdatangan. Negara-negara barat termasuk Negara yang mendukung Israel, dan Negara-negara Islam mendukung Palestina. Indonesia secara umum termasuk yang mendukung Palestina. Namun pada akhirnya dengan berlarut-larutnya perang dan mulai kehilangan tujuan perjuangan rakyat Palestina yang dikotori kaum radikal yang memangsa bukan hanya Israel namun juga kaum sebangsanya sendiri, beberapa Negara Islam yang tadinya bersimpati kepada Palestina mulai meninggalkannya, bahkan melakukan beberapa boikot seperti Mesir, Yordania bahkan Saudi Arabia. Hal ini Nampak sekali saat perang Protective Edge 2014 lalu, Mesir melakukan pembanjiran terowongan Gaza untuk menghambat suplai perbekalan gerilyawan Hamas, sementara Saudi Arabia dan Mesir terus melakukan komunikasi intensif mengenai perkembangan Operasi Protective Edge seakan perang tersebut sudah disetting sedemikian rupa oleh ketiga negara ini.

         Hal yang sering dilupakan oleh masyarakat Indonesia adalah: Perang yang terjadi di Jalur Gaza bukanlah perang antar agama Kristen dengan Islam. Sebab di Palestina ada penduduk beragama Kristen, Yuadism, dan Bahaism. Bahkan istri almarhum Presiden Yasser Arafat adalah seorang penganut Kristen Katholik. Dan sebaliknya di Israel, sebagian imam-imam yudaism menolak agama Kristen, bahkan cenderung berhati-hati, karena dianggap merusak Yudaism. Israel tidak sama dengan Kristen maupun sebaliknya. Jadi sangatlah naïf dan cetek pemikiran menyamakan perang Israel dengan Palestina adalah perang agama Kristen dan Islam. Walaupun kekristenan berasal dari keturunan Yahudi, sama seperti Islam mengakui kitab-kitab dan nabi-nabi Yahudi dari Nabi Yakub AS sampai dengan Nabi Isa AS, namun tidak dapat diidentikan bahwa memerangi Israel/ Yahudi sama dengan memerangi Kristen.

Perang Teluk Amerika dan Irak

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun