Mohon tunggu...
Parlin Pakpahan
Parlin Pakpahan Mohon Tunggu... Lainnya - Saya seorang pensiunan pemerintah yang masih aktif membaca dan menulis.

Keluarga saya tidak besar. Saya dan isteri dengan 4 orang anak yi 3 perempuan dan 1 lelaki. Kami terpencar di 2 kota yi Malang, Jawa timur dan Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop

Menyoal Gegeran Predator Seks Mantan Uskup Dili Carlos Filipe Ximenes Belo

30 September 2022   17:59 Diperbarui: 30 September 2022   18:19 887
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Uskup Carlos Filipe Ximenes Belo tampak berangkulan dengan Xanana Gusmao tak lama setelah Timor Timur lepas dari Indonesia. Foto : inquirer.com

 "Saya merasa diakui, dipilih, dicintai dan istimewa," kata Roberto. "Sampai saya akhirnya mengerti bahwa uskup bukan tertarik pada saya, tetapi dia hanya menginginkan tubuhnya semata. Terkait uang yang diberikan kepada saya. Itu jelas sangat kami butuhkan, demikian Roberto.

Ketika Roberto pindah ke Dili, pelecehan dan eksploitasi seksual pindah ke kediaman uskup di Lecidere. Disana Roberto melihat anak-anak yatim piatu tumbuh di kompleks dan anak laki-laki lain yang dipanggil seperti dia. Roberto dan Paulo mengatakan orang-orang suruhan Uskup datang dengan mobil untuk menjemput anak laki-laki yang diinginkan Belo ke kediamannya.

Uskup menyalahgunakan posisi kekuasaannya atas anak laki-laki yang hidup dalam kemiskinan, kata Paulo. Dia tahu anak laki-laki dari kalangan miskin itu tidak punya uang. Jadi ketika dia mengundang Anda, Anda datang dan dia memberi Anda sejumlah uang. Tapi sesungguhnya Anda adalah korban. Begitulah cara dia melakukannya, jelas Paulo.

Mustahil untuk mengungkapkan apa yang terjadi di kamar tidur Belo, kata Paulo. Kami para korban takut membicarakannya. Kami tak punya keberanian untuk menyampaikan informasi tentang itu.

Gereja Katholik sangat dihormati di Timorleste, atas peran keagamaannya dan sebagai lembaga yang membantu dan menawarkan perlindungan kepada orang yang teraniaya. Jika tuduhan terhadap Belo dipublikasikan, itu akan menghebohkan negara dan merusak kelompok pro kemerdekaan, kata Roberto. Masih sulit bagi masyarakat untuk angkat bicara soal dugaan kejahatan seksual Belo, mulai dari ketakutan akan stigmatisasi, pengucilan, ancaman dan kekerasan.

Paulo ingin melupakan dan mengubur pikirannya tentang pelecehan seksual itu. Tetapi ketika dia menyukai seorang gadis, pengalaman buruknya itu muncul. Saya sudah memiliki hal negatif dalam pikiran saya. Apa yang dilakukan uskup kepada kita, itu tidak baik.

Dari penelitian yang dilakukan De Groene ternyata Belo memiliki korban yang lebih banyak. De Groene sempat mewawancara dua puluh orang yang mengetahui kasus ini. Mereka al pejabat tinggi, pejabat pemerintah, politisi, pekerja LSM, orang-orang dari gereja dan kalangan profesional. Lebih separuh dari mereka secara pribadi mengenal seorang korban, sementara yang lain tahu tentang kasus tsb dan sebagian besar membahasnya di tempat kerja.

De Groene juga mewawancara korban lain yang tidak mau menceritakan kisah mereka di media. Paulo, Roberto dan sesama korban, saling mengenal satu sama lain. "Saya mengetahuinya dari beberapa sepupu saya, juga dari beberapa teman saya," kata Paulo. Mereka pergi ke rumahnya, hanya untuk mendapatkan uang, tambah Paulo.

Belo juga melecehkan anak laki-laki sebelum dia menjadi uskup, di awal tahun 80-an, di desa Fatumaca, ketika dia menjadi superior di pusat pendidikan Salesian Don Bosco (SDB), kongregasi tempat dia berasal. Uskup Dili ketika itu adalah Virglio do Carmo da Silva.

Belo, kini berusia 74 tahun, lahir pada 3 Pebruari 1948 dari keluarga saleh di dusun Wailacama, Vemasse tak jauh dari Baucau. Timor Timur, saat itu masih jajahan Portugal. Ketika dia berusia tiga tahun, ayahnya meninggal. Keluarganya menghadapi kehidupan yang sulit dalam kemiskinan yang mendalam yang telah merusak seluruh bangsa. 

Belo mulai bekerja di ladang ketika ia masih balita, kadang-kadang berjalan tiga jam sehari untuk mendapatkan beras. Sebagai anak laki-laki dia suka bermain peran sebagai pendeta. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun