Mohon tunggu...
Parlin Pakpahan
Parlin Pakpahan Mohon Tunggu... Lainnya - Saya seorang pensiunan pemerintah yang masih aktif membaca dan menulis.

Keluarga saya tidak besar. Saya dan isteri dengan 4 orang anak yi 3 perempuan dan 1 lelaki. Kami terpencar di 2 kota yi Malang, Jawa timur dan Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Jacob Koffie Huis dan Old Depok (Depok Belanda)

21 Juli 2022   17:50 Diperbarui: 21 Juli 2022   22:16 1769
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tampilan dalam Rumah Kopi Jacob, Jln Kemuning 1, Old Depok. Foto : Parlin Pakpahan

Jacob Koffie Huis Dan Old Depok (Depok Belanda)

Depok selintasan sepertinya sebuah istilah yang tak ada artinya. Ia tampaknya sepele kalau disepele-sepelein. Itu kalau kita nyayur lodeh atau nyeduh Indo Mie yang serba instan atau gampangan.

Depok dalam bahasa literasi dan historisitas dengan segala bukti forensik disitu tidak begitu. Term Depok yang gampang diingat dan diucapkan itu sudah melintasi terowongan waktunya Stephen Hawking sepanjang 320 tahun. Ia sudah ada sejak akhir abad 17 atau persisnya tahun 1696 ketika Cornelis Chastelein - leluhur kaoem Depok sekarang - seorang saudagar Belanda yang kaya raya, Filantropis, Berpengaruh dan Visioner pada zaman VOC membuka lahan di kawasan selatan Batavia mulai dari Seringsing (Serengseng, Lenteng Agung) hingga jauh ke selatan yang sekarang kita kenal sebagai Depok.

Depok pastinya adalah singkatan dari "de Eerste Protestante Organisatie van Christenen" ("the First Protestant Organization of Christians"), dimana tempo doeloe Cornelis Chastelein menjadi tuan tanahnya dengan otoritas yang mandiri dari otoritas pemerintah Hindia Belanda yang kemudian menjadikan daerah Depok sebagai "het gemeente bestuur van het particuliere land" (the municipal administration of the private land), sebagai pengakuan atas otoritas Cornelis Chastelein di daerah Depok (lih https://bityl.co/DINJ). Dia mengawali pembukaan tanah pertanian dan perkebunan di Depok setelah mendatangkan sejumlah budak dari Bali dan daerah-daerah lain di Indonesia tengah. Dan para budak itu kemudian dibebaskannya beberapa saat sebelum kematiannya pada 1714 sesuai visinya dan dikelompokkannya menjadi 12 marga seperti Bacas, Isakh, Jacob, Jonathans, Joseph, Laurens, Leander, Loen, Samuel, Soedira, Tholense, Zadokh (lih.  https://bityl.co/DN9W).

Tampilan dalam Rumah Kopi Jacob, Foto :Parlin Pakpahan. 
Tampilan dalam Rumah Kopi Jacob, Foto :Parlin Pakpahan. 

Beberapa hari di Depok sekembalinya dari Malang, saya baru saja ngopi di Jacob Koffie Huis, Jln. Kemuning No. 1, Old Depok. Saya sudah lama tahu Jacob, bahkan sejak berdiri 2017 lalu. Cafe rumahan itu pemiliknya adalah seorang anak muda 30-an tahun yi Arif Liberto Jacob, adiknya Ivan Jacob yang saya kenal  lebih dulu tentu. Mereka dari keluarga Jacob orang asli Depok yang bilangan generasi pertamanya sudah ada sejak 1714 sepeninggal Chastelein.

Sepanjang 2017-2022 saya sudah keliling seputar Old Depok, Margonda raya, Margo City, Kelapa Dua, hingga ke Jln. Sentosa dan Mal Pesona Kayangan di bilangan Juanda. Banyak cafe memang. Tapi ya seperti pada umumnya cafe. Sebagian besarnya mengcopypaste Starbucks dan sekadar kue basah dan yang sedikit berat paling banter beef sphagetti dengan berbagai topping mulai dari mozzarella atau keju putar Italia dst dst.

Di Old Depok sendiri yang sebetulnya adalah sentrum Depok karena sudah berusia 320 tahun, khususnya di bilangan yang dulu dikenal sebagai wilayah administrasi Republik Depok yang tak pernah diganggu pemerintah Hindia Belanda karena status khususnya yang full partikelir karena kharisma seorang Cornelis Chastelein, dalam perkembangannya till now, cukup banyak cafe yang lagi-lagi mengcopypaste starbuck, seperti di Jln Siliwangi ada de Gade Cafe, ada Daddy's Coffee; di Jln. Mawar ada Louis Cafe dan yang terbaru di Jln Pemuda yang dulunya adalah Kerkstraat atau Jalan Gereja tempat Republik Depok berkantor, seorang kaya asal Kupang NTT yi David Liu buka cafe di eks bioskop Pancoran Mas yang disewanya dan kini disulap sebagai Bajawa Cafe, Flores NTT.

Tampilan dalam Rumah Kopi Jacob, Jln Kemuning 1, Old Depok. Foto : Parlin Pakpahan
Tampilan dalam Rumah Kopi Jacob, Jln Kemuning 1, Old Depok. Foto : Parlin Pakpahan

Lalu mengapa saya harus berlama-lama dan asyik ngobrol sambil nyruput Kopi Arabica Gayo dengan Arif Liberto Jacob, adiknya Ivan Jacob. Pertama ia anak muda yang dinamis dan cerdas. Itu kesan kuat saya. Kedua dia tahu bagaimana peliknya situasi Depok sekarang sebagai tempat bermuaranya mereka yang tidak kebagian rezeki di ibukota dan mendamparkan diri di Depok. Ketiga dia tahu bagaimana balancing politik dalam tatanan pemerintahan kota sudah lama, bahkan sejak diawalinya era otda pada 2000, kehilangan pijakan ntah mau dibawa kemana Depok. Keempat, ini yang terpenting, ia konsisten dengan Visi Jacob Koffie Huis atau Rumah Kopi Jacob. Interior rumah keluarga itu dipolesnya, meski tak banyak, dengan riwayat Depok Tempo Doeloe.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun