Ishak Pardosi
Ishak Pardosi Editor

Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Blunder, Serangan Lahan HGU Jokowi Kini Berbalik Arah

26 Februari 2019   01:46 Diperbarui: 26 Februari 2019   04:13 5069 8 20
Blunder, Serangan Lahan HGU Jokowi Kini Berbalik Arah
Foto: Kompas.com

Pada artikel sebelumnya, sesaat setelah debat kedua capres usai, saya menyebut capres Prabowo terlalu polos lantaran tak membalas serangan lahan HGU yang dilancarkan capres Jokowi

Saat itu, saya berharap Prabowo membalas, dengan menyebut bahwa di sekeliling Jokowi juga ada yang memiliki HGU. Tapi Prabowo tak melakukan itu, malah bersedia mengembalikan HGU kepada negara, kapanpun diminta.

Lalu seperti kita tahu, serangan HGU itu membuat bulan-bulanan kubu Prabowo. Ibarat sebuah pukulan telak hingga mengakibatkan cedera parah. Prabowo seperti mati langkah, kemudian berusaha menuduh Jokowi telah menyerang personal Prabowo.

Namun apa yang terjadi berikutnya? Tim Prabowo cepat bangkit dan berusaha membalikkan keadaan. Satu per satu, dibantu sajian berita media massa, penikmat HGU di sekeliling Jokowi perlahan mencuat. Sejumlah pihak di lingkaran Jokowi pun dikabarkan punya lahan luas HGU. Di sinilah blunder itu mulai terjadi.

Dalam sekejap, Prabowo yang telah siap mengembalikan lahan HGU, malah berubah menjadi senjata ampuh menyerang kubu Jokowi. Logika pun dibangun, bila Prabowo saja sudah siap, tentu orang sekeliling Jokowi pun harus lebih siap. Dan, logika itu memang masuk akal mengingat Jokowi sebagai petahana, wajib menunjukkan bukti nyata.

Tapi mengembalikan lahan HGU bukan pula urusan sederhana. Lalu muncullah usulan agar Jokowi sebagai Presiden menerbitkan Perppu sebagai dasar hukum pengambilalihan lahan HGU. Lagi-lagi, usulan ini tentu jebakan bagi kubu Jokowi sendiri.

Bila Perppu diterbitkan maka lingkaran Jokowi juga mau tak mau ikut mengembalikan lahan HGU miliknya. Jika tidak mau, tentu akan menjadi amunisi baru bagi kubu Prabowo untuk menyerang lebih masif. Faktanya memang, penikmat HGU di sekeliling Jokowi hingga kini enggan berkomentar tegas.

Posisi Jokowi makin sulit ketika LSM lingkungan sekelas Greenpeace dan WALHI juga menunjukkan sikap serupa. Kedua LSM ini, tanpa bermaksud memihak Prabowo, ikut mengambil jarak.

Barangkali Jokowi tak menyadari bahwa serangannya ke Prabowo akan menimbulkan reaksi balasan. Malah, kini berbalik arah, meski tak langsung menghujam Jokowi.

Kalau sudah begini, ada baiknya tim Jokowi segera menciptakan isu baru. Sebab melawan Prabowo dengan isu lahan HGU, itu sama saja menunjuk diri sendiri.

Salam Pemilu Damai.