Mohon tunggu...
Cahyadi Takariawan
Cahyadi Takariawan Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis Buku, Konsultan Pernikahan dan Keluarga, Trainer

Penulis Buku Serial "Wonderful Family", Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Peraih Pin Emas Pegiat Ketahanan Keluarga 2019" dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Konsultan Keluarga di Jogja Family Center" (JFC). Instagram @cahyadi_takariawan. Fanspage : https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan/

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

"Pertengkaran Mobil", Mengapa Sering Terjadi antara Suami dan Istri?

4 Mei 2022   07:15 Diperbarui: 5 Mei 2022   04:38 2909
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Perbedaan 'kutub saraf' antara penumpang dengan pengemudi, menjadi salah satu penyebab hadirnya pertengkaran mobil. Perbedaan karakter umum laki-laki dan perempuan --sebagaimana dibedah oleh John Gray dan para ahli lainnya, menjadi penyebab lainnya.

https://www.fatherly.com
https://www.fatherly.com

Mencegah Pertengkaran Mobil 

Apa yang bisa dilakukan oleh pasangan suami istri agar bisa menghindari pertengkaran mobil? Berikut beberapa petunjuk praktis bagi suami istri yang hendak melakukan perjalanan dengan mobil.

Pertama, utamakan keselamatan dan kenyamanan, bukan kecepatan

Sebelum berangkat melakukan perjalanan dengan mobil bersama keluarga, samakan persepsi bahwa yang lebih utama adalah keselamatan dan kenyamanan perjalanan. Bukan kecepatan. Bukankah Anda sedang dalam suasana liburan? Ciptakan suasana sebahagia mungkin di sepanjang perjalanan.

Meskipun perjalanan macet, meskipun tersendat dan padat merayap, namun suasana dalam mobil harus tetap nyaman dan ceria. Ciptakan aktivitas bersama yang bisamenimbulkan efek bahagia. Jangan izinkan ada pertengkaran dan keributan yang menambah stres bagi semua.

Kedua, pahami keinginan penumpang

Sebagai pengemudi, Anda harus memahami dan mengerti psikologi para penumpang. Mungkin istri Anda cemas, mungkin anak-anak Anda takut. Ukuran ngebut atau lambat, itu sangat relatif. Di jalan tol, kecepatan 100 km per jam sangat biasa bagi para pengemudi. Namun untuk penumpang, mungkin itu sudah terlalu kencang.

Dengarkan aspirasi penumpang, dan jangan tersinggung saat penumpang di samping Anda dengan spontan mengatakan, "Awas ada motor!" Anda tidak perlu emosi dengan menjawab, "Aku sudah lihat. Aku juga punya mata. Dikira aku gak lihat ada motor. Dari tadi juga sudah lihat".

Ingat karakter umumnya perempuan --seperti ungkapan John Gray dalam Mars Venus, "perempuan suka memberi nasihat tanpa diminta". Itulah yang terjadi saat mendampingi Anda dalam perjalanan di mobil.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun