Mohon tunggu...
Cahyadi Takariawan
Cahyadi Takariawan Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis Buku, Konsultan Pernikahan dan Keluarga, Trainer

Penulis Buku Serial "Wonderful Family", Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Peraih Pin Emas Pegiat Ketahanan Keluarga 2019" dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Konsultan Keluarga di Jogja Family Center" (JFC). Instagram @cahyadi_takariawan. Fanspage : https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ibu Bahagia, Lahirkan Generasi Mulia

3 November 2020   20:16 Diperbarui: 3 November 2020   20:41 367
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Allah menciptakan perempuan dalam konstruksi yang unik. Lembut, namun sangat kuat. Mampu hamil sembilan bulan, melahirkan anak dengan sepenuh perjuangan, menutrisi melalui ASI selama dua tahun. Di saat yang sama, memiliki cadangan kasih sayang tak terhingga.

Bonding anak dengan ibu tercipta sejak dalam kandungan. Anak mendapat asupan ruhani dan nutrisi jasmani, melalui ibu. Setelah lahir, anak akan selalu lekat dengan ibu karena selalu memerlukan ASI sepanjang hari.

Maka ibu adalah kehidupan bagi bayi. Kekuatan ibu, akan mengalir menjadi kekuatan bayi. Kebahagiaan ibu akan mengalir menjadi kebahagiaan bayi. Tangis ibu, akan mempengaruhi bayi. Luka ibu, akan bisa melukai bayi.

Jill Savage dalam tulisannya berjudul "The Power of a Mothers Love" yang dipublikasikan dalam web Focus on The Family pada 1 Januari 2007 menyatakan, "The profession of motherhood is all about influence". Peran keibuan adalah tentang pengaruh. Ya benar, tentang pengaruh. Semua hal yang ada pada ibu, akan memengaruhi anak.

Maka, menjadi ibu adalah menjadi kekuatan pengaruh bagi generasi penerus. "You and I have an incredible opportunity to influence the next generation by what we do as a mother every day", ujar Jill Savage. Semua ibu memiliki kesempatan istimewa untuk memengaruhi generasi --akan menjadi seperti apa kelak mereka nanti.

Ibu yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat dan masyarakat yang kuat. Ibu yang kuat akan mencetak anak-anak yang kuat. Anak-anak yang kuat akan tumbuh menjadi generasi yang hebat. Generasi yang hebat akan membangun peradaban bermartabat.

"This is why intentionality is so important during the years that we raise our family", ungkap Jill Savage. Inilah sebabnya, mengapa kesungguhan, kedisplinan, kehadiran dan intensitas sebagai ibu, menjadi amat sangat penting. Jangan sia-siakan generasi mendatang dengan menyia-nyiakan kehidupan Anda sendiri.

Hari, bulan, tahun yang Anda lalui bersama keluarga, sangat fundamental pengaruhnya bagi pembentukan jiwa anak-anak. Tawa bahagia Anda, membuat hidup mereka ceria. Tangis derita Anda, membuat mereka terluka. Kekuatan Anda, adalah energi terbesar bagi mereka untuk menghadapi tantangan dunia.

Anda harus menjadi ibu yang tangguh, bukan ibu yang rapuh. Jangan biarkan diri Anda hidup dalam balutan luka. "Be intentional about your own healing from life's hurts", ujar Jill Savage. Bersungguh-sungguhlah melakukan penyembuhan dari luka hidup yang pernah Anda alami. Anda tak boleh mewariskan kepada anak-anak.

"Be intentional about taking care of yourself", ujar Jill Savage. Bersungguh-sungguhlah untuk menjaga diri Anda sendiri. Jika Anda tengah merasa tidak memiliki alasan untuk hidup, maka lihatlah anak-anak. Mereka adalah alasan utama Anda untuk bertahan hidup.

"Be intentional about investing in your marriage", ungkap Jill Savage. Bersungguh-sungguhlah untuk menjaga dan memperbaiki kualitas pernikahan Anda. Jika Anda tengah merasa tidak memiliki alasan untuk mempertahankan pernikahan, maka lihatlah anak-anak. Mereka adalah alasan utama Anda untuk menjaga keutuhan keluarga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun