Mohon tunggu...
Ozy V. Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Guru - Guru, Blogger

Seorang Guru. Ingin menebar kebaikan kepada seluruh alam. Singgah ke: Gurupenyemangat.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Guru Merdeka 2021: Mengajar dengan Tangguh, Belajar Lalu Terus Bertumbuh

17 Agustus 2021   11:34 Diperbarui: 18 Agustus 2021   01:41 954
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Merdeka belajar. Dok. Twitter @Kemdikbud_RI

Menurut saya, kebijakan tersebut berbau milenial sehingga disesuaikan dengan kecenderungan perilaku generasi kekinian yang ingin terlepas dari jeratan kekakuan.

Terang saja, menurut Data Sensus Penduduk dan Administrasi Kependudukan 2020 ada 25,87% penduduk Indonesia yang tergolong generasi milenial dan 27,94% generasi Z. Jika kita tilik dari sisi umur, berarti mayoritas guru saat ini lebih banyak diisi oleh generasi milenial dan Z.

Meski demikian, jangan lupa bahwa eksistensi generasi X belum surut. Tercatat masih ada 21,88% penduduk Indonesia yang lahir pada rentang tahun 1965-1980.

Jika kita sandarkan tahun tersebut kepada profesi guru, artinya guru yang dimaksud adalah mereka yang mulai memasuki usia pensiun.

Yup. Di sinilah tantangannya. Walaupun sudah senior, tidak semua guru generasi X mau berpikir secara milenial. Terkadang sebagian dari mereka masih betah dengan aturan yang kaku, format yang harus "begini dan begitu", serta setengah hati dalam beradaptasi.

Bayangkan bila para generasi X tersebut menjabat di sebuah lembaga pendidikan, maka ketangguhan guru milenial benar-benar sedang menemui ujiannya.

Walau begitu, guru kekinian harus memerdekakan diri dari aturan pengajaran yang kaku.

Pandemi bukanlah alasan untuk berkeluh karena kegiatan belajar-mengajar akan terus berlanjut. Guru merdeka itu tangguh, dan --seperti ucap Ki Hadjar Dewantara-- tabah menghadapi rintangan apapun.

Guru Merdeka, Belajar Lalu Terus Bertumbuh

Merdeka belajar. Dok. Twitter @Kemdikbud_RI
Merdeka belajar. Dok. Twitter @Kemdikbud_RI

Guru merdeka bukan hanya bebas untuk berkarya melainkan juga mau untuk bertumbuh. Sebagaimana kata merdeka yang tidak hanya cukup diucap dengan kata-kata, guru pula tidak cukup hanya berucap merdeka mengajar.

Seseorang yang diberi amanah dan tanggung jawab untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa juga harus mengobarkan aksi dan melanjutkan perjuangan dengan cara belajar hal-hal yang baru.

Kenyataannya, guru tidak selalu benar sedangkan tantangan makin hari makin rumit dan kompleks. Jikalau seorang guru enggan menyelam ke lautan ilmu dan mengembangkan kompetensi, maka dirinya bakal sulit untuk bertumbuh.

Tapi, kan, saya sudah berumur, dan di sebelah saya masih banyak guru-guru muda yang lebih cepat untuk belajar?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun