Puisi

Sebaris Do'a dalam Puisi

3 Juni 2018   15:34 Diperbarui: 3 Juni 2018   15:53 188 3 1

Memasuki bulan yang baru

Aku mendengar angin yang datang 

Menyusup begitu saja

Agak sedikit pucat di depan teras

Penuh keluh dan hampir runtuh

Malam memang senyap

Dan malam memang sunyi


Setelah malam terlewati baru kusadari

Malam  sedang sedang merayakan 

kelahiran Padi-padi  

Matahari  yang terbit dari ufuk 

Di pertengahann terangnya bulan

Ramadhan agung

Aku merasa dungu

Bagaimana mungkin 

Aku tak tahu


Adalah sebaris do'a  

keberkahan dan Rahmat yang tak lekang

Bersama para malaikat

Sayap sayap elang membentang terbang

Menjejaki Usia do'a  dan puisi


Namun aku sembunyi tak karena tegores 

Oleh cakarnya yang terlalu tajam




Cimahi, Juni 2018