Mohon tunggu...
Oktoviana BS
Oktoviana BS Mohon Tunggu... Human Resources - Pegawai dan Mahasiswa

"Jangan pernah menyepelekan hal kecil, karena dari hal kecil akan menciptakan sesuatu yang besar."

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Mengukur Ketahanan Asuransi Syariah

10 Juni 2020   04:17 Diperbarui: 10 Juni 2020   04:19 963
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Hal ini tentunya dapat mencegah efek sistemik apabila terjadi gagal bayar pada perusahaan dimana dana ditempatkan, diperbankan dikenal dengan Batas Maksimal Pemberian Kredit (BMPK).

Regulator menuntut setiap perusahaan asuransi untuk menjaga tingkat solvabilitas ini sekaligus mengukur profil risikonya, sehingga dapat dikatakan apabila suatu perusahaan asuransi semakin terpapar banyak risiko, maka semakin tinggi pula persentase RBC yang diperlukan untuk memitigasi risiko tersebut. Selain itu, melalui RBC regulator dapat memantau tingkat kesehatan, sekaligus menjadi sinyal untuk melihat keberlangsungan bisnis perusahaan asuransi (sustainability).

Pengukuran profitabilitas menggunakan ROA yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan asuransi dalam menghasilkan profit secara komprehensif. Dengan kata lain, ROA adalah suatu variabel untuk melihat kemampuan aset perusahaan asuransi untuk dapat menghasilkan laba bersih. Dalam pengukurannya terdapat faktor-faktor yang dapat berdampak secara langsung terhadap fluktuasi ROA, baik yang bersifat internal perusahaan maupun eksternal perusahaan.

Faktor internal perusahaan misalnya peningkatan modal, peningkatan bisnis dan operasional (size) perusahaan. Perlu diperhatikan bahwa peningkatan jumlah ukuran perusahaan berupa aset perlu diimbangi dengan diversifikasi portofolio investasi yang tepat agar dapat menghasilkan pengembalian (return) yang optimal tapi tetap berada dalam jangkar koridor regulator. 

Peningkatan layanan kepada nasabah sebagai salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi untuk profitablitas perusahaan agar mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi dari pelanggan, karena masih banyaknya potensi pasar yang belum tersentuh asuransi. 

Usia berdirinya perusahaan asuransi (age) juga sebagai salah satu faktor internal yang dapat menjadi keunggulan baik dinilai dari keragaman pengalaman, langkah-langkah strategis yang dilakukan dan historis reputasi yang menjadi pertimbangan bagi nasabah untuk tetap loyal terhadap suatu perusahaan asuransi.

Selain faktor internal, yang dapat mempengaruhi fluktuasi profitabilitas perusahaan juga dari luar perusahaan yaitu dapat berupa kondisi dan fenomena ekonomi serta adanya persaingan bisnis antar perusahaan asuransi.

Selain indikator finansial, yang mempengaruhi tingkat kesehatan perusahaan asuransi berupa indikator penilaian penerapan tata kelola yang baik oleh manajemen perusahaan. 

Penyusunan strategi bisnis, baik dari sisi internal maupun eksternal perusahaan sehingga mampu berkompetisi dengan sehat secara nasional maupun global serta mampu menjaga keberlangsungan bisnis operasionalnya merupakan salah satu area penilaian regulator.

Berdasarkan POJK No.73 tahun 2016, terdapat kewajiban perusahaan asuransi untuk membentuk pilar-pilar pengawasan internal perusahaan yang berfungsi sebagai media supervisi bagi manajemen dan alat pengawasan bagi dewan komisaris yaitu berupa pembentukan komite-komite internal serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Pertama, komite investasi yang bertugas membantu Direksi dalam merumuskan kebijakan investasi dan mengawasi pelaksanaan kebijakan investasi yang telah diterapkan. Kedua, komite pengembangan produk asuransi yang bertugas untuk menyusun rencana strategis pengembangan dan pemasaran produk asuransi, mengevaluasi kesesuaian produk dan kinerja asuransi serta mengusulkan perubahan atau penghentian pemasarannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun