Mohon tunggu...
Harun Anwar
Harun Anwar Mohon Tunggu... Desainer - Menulis sampai selesai

Lelaki sederhana yang masih ingin tetap tampan sampai seribu tahun lagi

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Menghitung Siapa Juara Piala Dunia 2022

20 November 2022   15:11 Diperbarui: 20 November 2022   15:16 398
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bola. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Terakhir Spanyol dan Portugal. Dua negera yang mewakili wajah Eropa bagian Selatan.

Portugal akan bertindak di piala dunia kali ini bersama Cristiano Ronaldo, pemain paling berpengalaman dalam tim. Status kebintangan Ronaldo menjadi pisau bermata dua dalam tim. 

Di satu bagian ia menjadi pemimpin dan pembeda, tapi di sisi lain ia bisa menjadi hantu bagi Portugal sendiri. Ronaldo yang telah lama dicap sebagai pemain egois, dan kemungkinan akan tampil di piala dunia terakhirnya mengingat usia yang kian menua diyakini akan jadi masalah bagi keseimbangan tim. Belum lagi sederet kontroversi yang dibawanya beberapa hari terakhir.

Terlepas dari Ronaldo tim nasional Portugal versi 2022 ini punya kedalaman tim yang sangat kuat. Tim ini beraroma liga Inggris lantaran banyak pemain dalam skuat yang merumput di Inggris. 

Dari lini belakang mereka mencampur pemain muda dan pemain berpengalaman, lini tengah yang menjanjikan kreativitas tingkat tinggi, serta barisan penyerang haus gol akan bikin Portugal terlihat berbeda. Dengan segala kondisi yang ada, sangat terbuka peluang bagi Ronaldo dan kawan-kawan untuk membawa piala dunia pertama kalinya ke tanah Portugal.

Terakhir Spanyol. Ini mungkin menjadi Spanyol yang sangat berbeda dari tim Spanyol yang lalu-lalu. Pelatih Enrique membawa banyak pemain muda. Keputusannya dalam pemilihan pemain bahkan menyulut kontroversi setelah tidak menyertakan kiper Manchester United David De Gea, bek berpengalaman Sergio Ramos, maupun gelandang lincah Tiagho Alcantara. 

Tim yang biasanya cukup banyak wajah Madrid kali ini tampil dengan lebih sedikit pemain Madrid di mana hanya Dani Carvajal dan Asensio yang dipanggil sang pelatih. Secara keseluruhan Spanyol punya materi pemain cukup komplit meski tanpa kehadiran nama-nama tadi. 

Mayoritas pemain dalam tim baru pertama kali tampil di piala dunia. Secara teknis mereka tentu kalah pengalaman. Hanya saja bila melirik ke belakang bagaimana rekam jejak tim Spanyol di bawah arahan Enrique di beberapa ajang seperti piala Eropa dan UEFA Nations Leauge penggemar Spanyol nampaknya boleh lebih percaya diri. 

Materi pemain muda non pengalaman di piala dunia ini adalah nama-nama yang sudah dipersiapkan Enrique melalui ajang-ajang regional sebelumnya. Secara permainan Spanyol tak banyak mengubah gaya dari tim legendaris 2008-2012. Mental mungkin yang akan jadi pembeda. Sisanya peluang untuk jadi juara tak bisa dipandang tipis.

Lalu bagaimana dengan peluang tim-tim Asia dan Afrika. Secara pribadi saya selalu ingin ada negara Afrika yang bisa menggebrak setidaknya hingga semifinal mengulangi prestasi Senegal 20 tahun silam. Di piala dunia kali ini Afrika hadir dengan tim-tim yang tak jauh beda dengan yang terdahulu. Tidak adanya Mesir mungkin jadi cerita kurang menariknya.

Melihat keseluruhan kekuatan peserta piala dunia tentu sangat sulit bagi negara-negara Afrika untuk berbicara lebih. Bila ada yang sampai di babak quarterfinal itu sudah sangat memuaskan. Sulit rasanya menembus empat besar di tengah deretan kekuatan tim besar Eropa tadi. Walau pun begitu tak ada hal gila dalam sepakbola yang mustahil terwujud.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun