Mohon tunggu...
SANTOSO Mahargono
SANTOSO Mahargono Mohon Tunggu... Pustakawan, Penggemar Puisi, Cerpen, Pentigraf, Jalan sehat, Lari-lari dan Gowes

Jika hendak kirim pesan, bisa kirim ke e-mail: santosoprb@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Menunggumu

27 Mei 2021   23:25 Diperbarui: 28 Mei 2021   22:01 221 20 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Menunggumu
Ilustrasi menunggu. Foto oleh Ryan McGuire via Pixabay.

Mei telah menghujani kenangan yang basah. Cintaku belum genap menumbuhkan kuncup, sedangkan kabut terbawa cahaya mentari.

Di depan hamparan hatimu, kemarau perlahan merontokkan sepi. Pertemuan menjadi telanjang. Bintang-bintang pulang ke awan. Bagaimana bisa mencium pelangimu jika hilang menjadi warna di seluas sentuhan jemariku?

Sekali lagi, aku dibesarkan gelisah. Suap demi suap hening telah kutelan. Kuracik sendiri duka ini sebagai minuman yang menyertai obat. Tapi, lambungku bukanlah tempat menyimpan kenangan.

Kujemur kenangan di tengah riuh waktu berdetak. Kusadari mengapa jarum jam dinding tak berbalik arah, sebab kau pun tak lagi searah.

Kini Juni sudah menggedor hatiku, pasti ia akan menawarkan tabah di sela-sela kesibukanku, yaitu menunggumu dari arah yang semakin purba.


SINGOSARI, 27 Mei 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x