Mohon tunggu...
Santoso MAHARGONO
Santoso MAHARGONO Mohon Tunggu... Pustakawan, Penggemar Puisi, Penulis Cerpen dan Pelari

Jika hendak kirim pesan, bisa kirim ke e-mail: santosoprb@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Secangkir Kopi untuk Jomlo

6 Agustus 2020   01:56 Diperbarui: 7 Agustus 2020   19:26 163 40 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Secangkir Kopi untuk Jomlo
hidupgaya.files.wordpress.com

Tubuh secangkir kopi itu masih panas. Ia terlahir dari senja yang mengejan kenangan sekuat tenaga. Sementara petang sebagai ayahnya hanya mondar-mandir memanggul cemas. Tentu kehadiran secangkir kopi ini menjadi harapan banyak orang.

Pada suatu detik, secangkir kopi telah lahir di dunia. Tali pusarnya mengepul meliuk-liuk. Petang sudah tak sabar segera menimang dan mengenakannya baju malam.

Orang-orang bersyukur dan turut berdoa, "Semoga kelak secangkir kopi ini menjadi anak yang berbakti pada cerita dan kenangan."

Aku pun turut bahagia, mencoba menimang secangkir kopi saat pagi telah usai memandikannya, memberinya bedak dan minyak kayu putih.

"Kau pantas punya anak, sebaiknya segera kawin," saran pagi kepadaku.

Aku pun bergegas menciumi secangkir kopi seperti anakku sendiri, "Semoga segera ketularan," pekikku dalam hati.


SINGOSARI, 6 AGUSTUS 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x