Mohon tunggu...
om_nanks
om_nanks Mohon Tunggu... Lainnya - nikmati yang tersaji jangan pelit berbagi

☆mantan banker yang jualan kavling☆ ☆merangkum realita bisnis dalam sebuah tulisan☆ ☆penyelesaian kredit bermasalah advisor☆

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Generasi Milenial Perempuan Milenial: Perempuan Karir dan atau Ibu Rumah Tangga?

13 Februari 2023   09:10 Diperbarui: 13 Februari 2023   09:09 425
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi/perempuan karir dan atau ibu rumah tangga (source: tehsariwangi.com)

Generasi Milenial Perempuan Milenial: Perempuan Karir dan atau Ibu Rumah Tangga? - Penulis awalnya beranggapan asal mereka masih muda dan berpenampilan kekinian dapat dikategorikan sebagai generasi milenial.

Generasi milenial atau generasi Y adalah generasi yang terlahir dalam rentang waktu antara tahun 1981 sampai dengan 1996 atau saat ini telah berusia 27 tahun sampai dengan 42 tahun.

Secara umum generasi ini pada posisi pra usia mapan secara ekonomi maupun secara sosial serta pemikiran.

Memulai fase kehidupan berkeluarga dengan segala sarana dan prasarananya, sebuah rumah pertama nan mungil, kendaraan untuk mempermudah mobilitas, serta memulai mengisi pundi-pundi tabungan/investasi untuk keberlangsungan anak dan pasangannya di masa tuanya.

Bagi mereka yang kedua-duanya bekerja diluar rumah dan bagi mereka yang hanya salah satu pasangan saja bekerja diluar rumah sementara diri sendiri bekerja di rumah.

Bekerja di rumah menjadi ibu rumah tangga dengan mengelola usaha online atau usaha-usaha yang dapat dikendalikan dari rumah tanpa harus meninggalkan anak.

Ibu Rumah Tangga(IRT) merupakan sebuah profesi yang produktif, pekerjaan ini apabila dikonversi ke dalam mata uang tentu dapat dikategorikan sebagai profesi yang sangat produktif.

Memang ibu rumah tangga tidak menghasilkan pendapatan gaji dalam bentuk uang, namun yang perlu dipahami bahwa "beliau-beliau" mampu melakukan penghematan pengeluaran yang sangat besar dalam satu rumah tangga.

Jika sang bapak atau suami harus menggaji seorang baby sitter, pembantu rumah tangga, guru untuk anak-anak (ibu sebagai madrasah pertama di dalam keluarga bagi anak-anaknya) dan pekerjaan-pekerjaan rumahan lainnya yang tak terhitung banyaknya.

Bersyukurlah apabila seorang ibu rumah tangga mampu mengelola waktu dan tenaganya untuk menambah pendapatan dengan melakukan aktifitas bekerja diluar rumah sebagai karyawan maupun berusaha dari rumah. 

Misalnya mengelola bisnis online, sebagai penulis freelance, mengelola usaha sewa peralatan/permainan bayi, membuka usaha kuliner dan lain-lain, artinya kita merupakan suami yang sangat beruntung.

Profesi sebagai Ibu Rumah Tangga di kalangan generasi milenial terutama perempuan milenial cukup mempesona.

Menurut hasil survei "Indonesia Millennial Report 2019" yang dilansir oleh kompas.com/news/edukasi tanggal 01/02/2019, hasilnya 33 prosen kaum milenial yang disurvei menyatakan aktifitas paling mereka sukai adalah berkumpul dengan keluarga. 

Artinya mereka lebih tertarik beraktifitas tanpa harus meninggalkan keluarga, berada di rumah dengan mengasuh dan mendidik anak serta tetap menghasilkan nilai tambah.

Telah terjadi pergeseran pandangan khususnya perempuan milenial dan bisa juga terjadi pada perempuan zilenial yang sebelumnya aktif diluar rumah kemudian menikah dan mempunyai anak.

Tidak sedikit diantara mereka memutuskan menjadi ibu rumah tangga saja dengan mendedikasikan waktu dan tenaga untuk keluarga, anak-anak dan suami mereka.

Mereka, para perempuan milenial tidak gegabah dan serta merta dalam membuat suatu keputusan besar di dalam hidupnya. 

Menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan pekerjaan mulia karena dia akan berperan sebagai pengasuh, guru dan sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Secara umum keputusan menjadi ibu rumah tangga disebabkan oleh hal-hal diantaranya ketika sang buah hati terlahir di dunia maka naluri sebagai seorang ibu akan diuji. 

Terus melanjutkan karir dan merangkap menjadi seorang ibu dengan memikirkan anaknya yang masih kecil di rumah dibawah asuhan orang lain. 

Atau memutuskan untuk berhenti bekerja dan berkarya untuk keluarga terutamanya anak yang masih membutuhkan pengasuhan hingga beranjak dewasa. 

Rasa was-was naluri seorang ibu yang kurang nyaman menyerahkan pengasuhan anak kepada orang lain, baik pengasuhan melalui penitipan anak, pengasuh bayi, atau mengandalkan pengasuhan kepada keluarga misalnya kepada orang tua atau saudara.

Bagi perempuan milenial yang memutuskan untuk tetap bekerja sekaligus merangkap sebagai ibu rumah tangga karena berbagai pertimbangan, tidak bisa dianggap enteng, masalah pelik lebih sering dihadapi baik di kantor maupun di rumah. 

Appreciate buat perempuan milenial double job.

*****

Keputusan perempuan milenial yang sebelumnya bekerja sebagai seorang karyawan. 

Setelah melahirkan dan memiliki anak kemudian memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya menjadi seorang ibu rumah tangga dengan mengasuh anak sendiri adalah suatu keputusan besar.

Sebagai generasi milenial khususnya perempuan milenial yang berkarakter percaya diri dan memiliki tekad yang kuat.

Berganti profesi menjadi Ibu Rumah Tangga sama dengan memberikan totalitas pendidikan dan pengajaran kepada generasi selanjutnya, dan ini merupakan keistimewaan perempuan milenial Indonesia.

Generasi milenial perempuan milenial, perempuan karir dan atau ibu rumah tangga? Sebuah pilihan yang mengharu biru.

*****

Penulis, suami dari seorang perempuan karir yang juga sebagai Ibu rumah tangga. Sejak anak-anak kecil hingga saat ini telah tumbuh dewasa. Bahkan sempat membersamai seorang putri cantik (in syaa Allah) calon penghuni surga hingga berusia 8 tahun sekian bulan, yang kini telah tiada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun