Mohon tunggu...
Fauji Yamin
Fauji Yamin Mohon Tunggu... Tak Hobi Nulis Berat-Berat

Institut Tinta Manuru

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Kenapa di Timur Biaya Hidup Sangat Tinggi?

5 Agustus 2020   18:15 Diperbarui: 6 Agustus 2020   18:11 1355 42 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kenapa di Timur Biaya Hidup Sangat Tinggi?
Jembatan Merah Putih Ambon (Sumber: Instagram/prima761e via Skyscrapercity)

Bang ke timur berapa harga tiket nya? Pertanyaan umum kawan-kawan. " Sejuta-dua juta, ya fluktuatif lah, " jawabku. " Mahal juga ya,", sahut kebanyakan rekanku. "Nggak biasa aja kok bagi kami. Ke Papua lebih mahal," Ujarku.

"Pengen kerja di sana tapi duitnya pasti habis, biaya hidupnya kemahalan,". Keluh kawan-kawan. " Iyap emang agak mahal sih, tapi perputaran uangnya kencang kok. Tukang ojek pangkalan aja sehari bisa 500 rebuan dengan harga sekali antar 10-15 ribu," Jelasku.

Yap, kebanyakan diskusi, bagian ini juga menjadi diskusi tematik dengan kawan-kawan. Tak jarang pendekatan teoritis dengan sandaran fenomena dipakai untuk menjelaskan situasi tersebut.

Saya juga berterima kasih kepada Pak Irwan Rinaldi Sikumbang atas komentarnya pada artikel "Orang timur dan aneka ragam stigma,". Komentarnya membuat saya tiba-tiba mendapatkan bahan dan ide segar menuliskan tentang ini. Salam Prof, mari ngopi.

Yap, di timur terutama Maluku Utara biaya hidup cenderung tinggi. Untuk sehari saja 50 ribu sepertinya tak cukup. Kita butuh lebih, minimal Rp. 100.000-an. Fluktuasi harga barang-barang sering terjadi, yang dapat digambarkan secara detail dalam Inflasi.

Inflasi sendiri merupakan salah satu menu utama yang selalu ditampilkan BPS, media cetak maupun online. Selain tiket pesawat menuju ke daerah di timur seperti kata bang Irwan, hampir segala aspek perekonomian mengalami kendala yang sama, yakni harga yang cenderung tinggi. Lantas kenapa bisa seperti itu?

Ada beberapa catatan menurut hemat saya kenapa biaya hidup di timur menjadi sangat mahal. Pertama, mimimnya insfrastuktur, biaya distribusi dan logistik yang tinggi, ketergantungan bahan makanan, pangan dari luar daerah, budaya konsumtif.

Insfrastruktur sebagai bagian dari dukungan distribusi secara efisien masih menjadi kendala di Timur. Pembangunan infrastrukutur masih timpang termaksud konektivitas ke pulau-pulau kecil. Akses jalan,transportasi laut dan fasilitas pendukung masih menjadi masalah utama. 

Pembangunan yang hanya dipusatkan di daerah perkotaan juga menjadi kendala dalam pemerataan. Fokus ini menyebabkan ketimpangan secara regional antar daerah, apalagi sistem perdagangan yang terfokus di satu daerah, Kota Ternate, menyebabkan adanya pengeluaran biaya-biaya bagi masyarakat dalam melakukan aktiviyas ekonomi.

Misalnya ketika masyarakat melakukan penjualan hasil panen perkebunan. Mereka harus menuju Ternate sebagai Kota Perdagangan dengan biaya berbeda-beda tiap kabupaten yang di tempuh menggunakan transportasi laut. Yao,transportasi penghubung utama di Maluku Utara.

Sumber. sgnlogistik.Id
Sumber. sgnlogistik.Id
Kedua, Biaya distribusi logistik. Yap, baik udara maupun laut. Jika yang sudah pernah ke Maluku Utara, pasti akan mengetahui berapa biaya tiket ke Ternate. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN