Mohon tunggu...
ogi yak
ogi yak Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Orang-orang Atas

10 September 2015   13:09 Diperbarui: 10 September 2015   13:12 0 2 3 Mohon Tunggu...

Hari ke-42

Kesan dan cerita tentang lokasi dan penduduk dimana kami berenam; Juli, Randy, Hana, Eni, Rina & saya sendiri; melaksanakan program KKN. Ialah Dusun Gunung Malang, tempat nan jauh dan berbukit. Setiap hari kami harus melalui jalan yang menanjak, terjal, dan berliku-liku. Dengan motor bergigi satu, kekuatan motor matic gas pol, hati yang lapang, bensin yang menipis, dengungan mesin, mata yang membinar, serta pemandangan yang elok, mengantarkan kami pada daratan antah-berantah setinggi 1,4 kilometer. Beginilah KKN kami, dan cerita di musim kemarau, Gunung Malang.

Sebelumnya, kami adalah enam orang unik dengan golongan darah A, B, O dan AB. Tebak! Yap, aku O dengan kerendahan hati akan memimpin tim ini menjadi tim terbaik dunia maupun akhirat halah hha omong kosong. Kami adalah perpaduan antara cewek yang suka dan bisa masak dengan cowok yang suka makan saja, plus! cewek yang suka nyicip tapi banyak haha.

Dusun Gunung Malang adalah daratan tinggi sekitar 1400 meter dengan suhu paling dingin (20 derajat celcius ke bawah) dan kekeringan apalagi di musim kemarau seperti sekarang. Warga kebanyakan menanam sayuran seperti kubis, daun bawang, kentang, wortel, tomat, dan lain-lain. Ada juga strawberry. Berdasarkan teori teman-temanku semakin tinggi tempat menanam semakin manis buahnya karena kandungan air lebih rendah jadi gulanya padat. Tapi beneran buahnya lebih manis dibandingkan strowberry bawah. Kalian harus coba ke atas dan tanyalah... kalo kalian ke Desa Serang, Purbalingga, tanya tuh sama yang jualan, Gunung malang dimana ya? Kalo sudah tinggal cari ladang strawberry langsung aja makan bawa karung goni ambil banyak-banyak haha becanda. Oh iya di sini (Desa Serang) juga banyak mesjid, banyak banget jadi gak usah bingung cari agama haha tapi khusus dusun atas, Gunung Malang, terkadang air langka, sakitnya tuh di situ dek! iya di situ!

Kurang air

Bayangkan kehidupan tanpa air... Dari orang-orang yang aku temui di sana mereka sering banget komentar, enak ya di bawah kan banyak air kalo di sini susah mas hhe. Mereka tetap ceria, aku kagum! Sangat kagum! Oke, cerita tentang kekurangan air, setiap hari mereka harus ke suatu tempat deket rumah Pak Kepala Dusun (Sebenarnya agak jauh), jalannya turun, untuk mengambil air dari sumber air yang diambil dari bawah, aku lupa untuk bertanya lebih detail tapi kami sudah menyempatkan ke sana dan masyarakat mengantri dengan jrigen-jrigen kosong siap untuk diisi. Karena mayoritas petani maka pagi-pagi mereka ke ladang, siangnya antara cari pakan sapi atau mengambil air sampai sore.

Sumber air selanjutnya yaitu dari tangki-tangki air sebanyak 4000 liter dibawa truk dari bawah dengan bantuan pemerintah. Tangki-tangki ini berkeliling sebanyak 5 kali sehari membagikan air ke titik-titik yang sudah ditentukan. Mahalnya air di sana! Sedangkan dusun bawah memiliki persediaan air berlimpah sampai tumpah-tumpah.

Oh iya, berdasarkan masyarakat mereka juga mengambil air secara mandiri di dusun bawah, jika keluarga sendiri gratis, jika tidak kadang harus bayar. Menyikapi ini, pemerintah menyelenggarakan program pemipaan beserta alat pompa dengan dana sekitar 80 juta berdasarkan bapak camat saat penerimaan dan sekarang (11/8/2015) masih diurus provinsi. Sedikit ribet memang kalo soal pengurusan dan cukup memakan waktu. Tetapi setidaknya ada perhatian dari pemerintah. Beginilah sedikit cerita tentang kurangnya air di dusun atas, Gunung Malang. Jadi kita harus bersyukur atas setiap air yang kita gunakan.

Pengalaman kami karena air

Hampir dalam setiap kesempatan, kami selalu buang air kecil dahulu sebelum berangkat ke atas. Karena kami sadar, di sana air susah, jangan nambah beban mereka karena air untuk cebok dan siraman hha. Aku sudah dua kali pipis di sana, ironi. Pipis pertama cukup mengesankan dan tidak usah diceritakan. Pipis kedua mampir di toko jajanan saat beli hadiah lomba di SDN 3 Serang. Dengan segala hormat terima kasih banyak kepada ibu penjaga toko sekaligus pemilik rumah beserta WC walaupun tanpa pintu, ibu telah menyiapkan air dari jrigen biru, sungguh, terima kasih. Untuk wudu untungnya ada stok air khusus, jadi rata-rata warga menampung air hujan dan mungkin sedikit embun pagi. Entah dari mana air untuk wudu itu, tapi kami bersyukur sehingga kami pun dapat solat berjamaah tanpa perlu turun.

Orang-orang atas

Disamping kekurangan dan seluruh keterbatasan mereka (secara SDA), SDM atau masyarakat di sana sangat baik, ramah, terbuka, dan pintar. Iya mereka sangat ramah di setiap kali kami berjumpa dan berkomunikasi mulai dari atasan yaitu pak Dusun, Pak Karpono, hingga para petani yang kami jumpai langsung di ladang. Pak Karpono adalah sosok pemimpin muda usia 29 dengan tekad baik dan pandangan tentang pentingnya pendidikan cukup tinggi serta sosok yang hangat, mudah diajak kerjasama dan menarik. Beliau sering membantu kami saat ingin melaksanakan program. Beliau orang yang cukup nyentrik, suka film luar dengan genre advanture seperti lord of the ring. Saat di ladang, kami mendapati beliau bersama istri dan anaknya; aska; bersama-sama berladang sambil mendengarkan musik barat dan semuanya lagu hits dan aku suka seperti Maroon5 dan Bruno Marz. Beliau cerdas dan pandai terlihat saat kami berkomunikasi serta dalam memberikan solusi. Beliau adalah inisiator dari kelompok tani KUB yang secara mandiri ingin memajukan pertanian di sana. Beliau juga inisiator pemutaran film yang kemudian kami selenggarakan malam-malam. Sangat menarik!

Kemudian mas-mas Arelang, kependekan dari Anak Remaja Gunung Malang. Mereka adalah partner yang luar biasa semangat bahkan melebihi kami, jujur, disetiap kesempatan rapat atau kumpul mereka selalu tepat waktu, cepat dalam bertindak, dan akrab. Mereka terdiri dari laki-laki perkasa dengan seragam hitam merah berlogo logo elang emas yang siap berkarya dan membantu kami. Kami pun belajar dari mereka. Adapun Mas Sugeng, pemuda mantan ketua karang taruna yang sering membantu mas-mas Arelang dan kami. Beliau hampir sama dengan Pak Karpono, kami sungguh beruntung mendapatkan pembelajaran luar biasa dari mereka.

Ketika menjalankan program di SDN 3 Serang, kami menemui siswa-siswi yang sangat antusias dan menarik. Mereka adalah anak-anak yang energik dan pandai. Ya... walaupun mereka nakal dan lebih aktif dibandingkan anak-anak bawah kebanyakan, suka membuat keributan, keluyuran... aku secara pribadi suka. Justru keaktifan mereka, kenakalan, dan lain sebagainya adalah bekal fisik (sehat badan), psikis (social interact-nya bagus), dan intelligence secara luas. Aku pernah membaca atau mendengar artikel tentang kecerdasan bahwa interaksi kita dengan tanah meningkatkan kecerdasan haha. Siapa tahu kan? Di antara semua siswa/i di SDN 3 Serang, ada siswi yang untuk kedua kalinya tebakan dan firasatku benar, dia orang yang gak biasa, cerdas, rangking 1 dari kelas 1-5 (dia sekarang kelas 5). Namanya Dila, sang ketua kelas. Entahlah pertama liat langsung jadi fokus perhatianku hha aku normal kok. Mungkin karena mirip si Dia, ia Kamu! halah haha Gak juga sih. Intinya, anak-anak di SDN 3 Serang sangat menarik! Energik! Kami pun sering bertemu di jalan. Sangat menarik!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x