Mohon tunggu...
Nur Seta Bramadi
Nur Seta Bramadi Mohon Tunggu... Guru - Penulis, Guru Bahasa Inggris, Wiraswasta, Suka Musik / Film / Game PC / Filateli / Meditasi, dan Hidup Simple.

Lahir di Jakarta. Ijazah SD dan SMP dari Sekolah Indonesia Kairo (Mesir) karena pernah tinggal di sana tahun 1981-1986 ikut orangtua. SMA di Jakarta Timur. Pernah kuliah 4 semester di IKJ jurusan Desain Grafis tapi keluar karena bosan. Dapat Diploma Desain Grafis dari Interstudi School Of Design Jakarta. Pernah ikut pelatihan guru bahasa Inggris di LPIA (Jakarta) dan mengajar bahasa Inggris di LPIA dan LCC. Kini, membuka kursus bahasa Inggris dan English Club di rumahnya sambil menulis buku dan berwiraswasta. Ia telah menulis 4 buku: Filateli Sebagai Hobi dan Investasi (Balai Pustaka, 2001), Kursus Singkat Bahasa Inggris (BIP, 2011), Kursus Singkat Percakapan Bahasa Inggris (BIP, 2013), dan Kursus Singkat Bahasa Inggris Bisnis (BIP, 2016). Facebook: Nurseta Bramadi.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Cara Praktis Belajar Bahasa Inggris

5 Agustus 2021   13:03 Diperbarui: 5 Agustus 2021   14:08 201 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cara Praktis Belajar Bahasa Inggris
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Saya adalah seorang guru bahasa Inggris yang sudah mengajar di berbagai tempat kursus di Jakarta dan Bekasi sejak 2008. Dari pengalaman saya itulah, saya menemukan banyak "curhatan" dari siswa/wi saya tentang bagaimana cara yang cepat belajar bahasa Inggris. 

Saya jawab: cara yang cepat atau instan jelas tidak ada, kecuali... kita masak mi instan (he-he-he), tapi cara praktis ada. Bedanya? Praktis itu berarti simpel dan mudah diterapkan, serta tidak butuh banyak fasilitas yang mewah. Meskipun praktis, yang namanya belajar (apapun) pasti butuh proses waktu, tidak bisa cepat atau dapat hasil instan. 

Apa saja cara praktis belajar bahasa Inggris itu?

Pertama, banyak mendengar lirik-lirik lagu bahasa Inggris dan mencoba mencari tahu artinya dalam bahasa Indonesia. Selain menyenangkan, mendengar lagu-lagu berbahasa Inggris pun bisa menambah kosakata bahasa Inggris kita. Apalagi, jika lagu itu adalah lagu favorit kita maka sepertinya otomatis kita segera menghapal liriknya dan mencari tahu artinya lewat kamus. 

Saya yakin, banyak dari kita yang sudah melakukan hal ini. Teruskan saja karena memang bagus dan --tentunya-- juga menyenangkan. 

Kedua, sering-sering menonton DVD film yang berbahasa Inggris dan jangan lupa menyetel pilihan subtitle-nya juga dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, kita secara tidak langsung belajar 2 keterampilan Inggris sekaligus: listening skill (keterampilan mendengarkan) dan writing skill (keterampilan menulis). Kita jadi tahu bagaimana sebuah kata/kalimat dalam bahasa Inggris diucapkan oleh aktor/aktris dalam film plus... kita juga tahu ejaan tulisannya dalam bahasa Inggris. 

Asyik kan? Menonton film saja sudah menyenangkan, ditambah dengan "bonus" belajar bahasa Inggris. Namun, kita harus selalu ingat dan disiplin untuk menyetel subtitle-nya dalam bahasa Inggris. Pastikan pula DVD-nya bukan bajakan karena DVD asli subtitle-nya bagus dan benar. 

Ketiga, banyak mendengarkan acara berita atau talk show di teve dalam bahasa Inggris. Hal ini pun cukup membantu meningkatkan keterampilan bahasa Inggris kita, khususnya dalam 2 skill di atas. Bedanya, acara berita atau talk show mengangkat tema yang lebih realistis (sementara film adalah fiksi) sehingga kosakata yang digunakan pun lebih mendekati keseharian.

Keempat, banyak membaca buku, komik, novel atau koran dalam bahasa Inggris. Tandai atau beri garis bawah pada kata-kata yang belum tahu artinya dan cari dalam kamus. Setelah itu, baca ulang seluruh artikel yang telah kita ketahui artinya dalam kamus itu dari awal. Ulangi lagi bila perlu dan mungkin lebih baik kita buat kliping koran dari situ. 

Dengan demikian, artikel yang telah kita garis bawahi kata-kata sulitnya tidak hilang begitu saja dan bisa kita jadikan dokumentasi pribadi untuk proses belajar lebih lanjut.

Kelima, cari dan bergabunglah dalam grup di media sosial (internet) yang berbahasa Inggris. Kita akan terlatih untuk memposting, berkomentar, dan mengobrol dalam bahasa Inggris. Tidak jarang, kita akan mendapat teman baru dengan minat yang sama sehingga bisa membuat grup media sosial sendiri. Ini akan membantu mengembangkan writing skill kita karena menggunakan bahasa teks, bukan bahasa lisan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan