Mohon tunggu...
Nur Kholifah
Nur Kholifah Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa PAI'19 IAIN JEMBER

Langit bersedih, saat matahari tidak berhenti senang melihat sang pelangi yang terlihat menawan

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Mengulik FIlsafat Progresivisme dalam Pendidikan dan Pemikiran Tokoh-tokohnya

8 Mei 2020   07:37 Diperbarui: 8 Mei 2020   08:38 156 4 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Assalammualaikum temen-temen. Dalam artikel kali ini kita akan mengulik sedikit tentang filsafat pendidikan progresivisme. Kalian tau gak sih progresivisme sendiri itu apa ? oiya gak hanya membahas tentang itu aja lho, dalam filsafat ini kita juga membahas pemikiran para tokoh progresivisme juga lho. Yuk langsung simak aja pembahasannya.

Progresivisme dapat didefinisikan sebagai aliran yang menghendaki suatu kemajuan yang akan membawa sebuah perubahan. Dalam dunia pendidikan, aliran ini menekankan bahwa pendidikan bukanlah sekedar upaya memberikan pengetahuan saja tetapi hendaknya berisi tentang beragam aktifitas yang mengarah pada pelatihan kemampuan dan berfikir mereka secara menyeluruh. Sehingga mereka dapat berfikir secara sistematis dan memberikan analisis serta kesimpulan untuk memecahkan masalah yang telah dihadapi. Aliran ini memandang peserta didik mempunyai akal dan kecerdasan.

Pandangan aliran progresivisme terhadap belajar adalah belajar seharusnya dilaksanakan dengan memperhatikan berbagai potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Oleh karena itu, menurut aliran ini belajar lebih melibatkan pada peserta didik dan guru dituntut untuk memahami potensi dan latar belakang yang dimiliki oleh setiap peserta didik yang beragam. Setelah kita tahu tetang progresivisme itu apa? Kita juga harus mengenal tokoh- tokoh dari progresivisme juga lho. Beliau juga memiliki pemikiran tentang filsafat pendidikan progresivisme, berikut adalah beberapa pemikiran tokoh- tokoh progresivisme :

1. William James, beliau adalah seorang psikolog dan filosof terkenal di Amerika. Kepribadiannya sangat berpengaruh di berbagai negara, seperti Eropa dan Amerika. Ternyata beliau adalah pendiri aliran pragmatism juga lho. Beliau menegaskan bahwa fungsi organ pikiran itu dipelajari sebagai bagian dari mata pelajaran dari ilmu pengetahuan alam dan beliau juga berkeyakinan bahwa otak atau pikiran itu harus mempunyai fungsi biologis dan nilai kelanjutan hidup.

2. John Dewey, ia memandang bahwa sekolah merupakan lingkungan masyarakat kecil. Teori Dewey tentang sekolah adalah progressivism, dimana lebih menekankan pada peserta didik dan minatnya dari pada mata pelajarannya sendiri. Menurutnya, progresivisme merupakan terjemahan dalam hal pendidikan yang dihubungkan dengan orientasi tahap awal munculnya masyarakat yang berteknologi. Progresivisme mempersiapkan anak masa kini disbanding masa depan yang belum jelas pendidikannya. Dewey berpendapat bahwa pendidikan adalah proses dari kehidupan dan bukan persiapan masa yang akan datang. Pendidikan itu menghendaki adanya filsafat pendidikan yang berlandas pada pengalaman.

3. Hans Vaihinger, beliau berpendapat bahwa kata "tahu" hanya mempunyai arti praktis. Segala pengertian itu sebenarnya hanya buatan saja. Apabila pengertian tersebut berguna untuk menguasai dunia, maka pengertian itu boleh dianggap benar. Maksudnya apabila seseorang dikatakan tahu ketika ia telah menggunakan pengetahuan tersebut sehingga tahu akan manfaat dari pengetahuan tersebut.

Terima kasih kalian yang udah baca dan mampir di artikelku, cukup segini aja ya sedikit pengetahuan dari aku. sampai jumpa di artikel selanjutnya :)

Wassalammualaikum temen-temen.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan