Mohon tunggu...
Nuril Izzati
Nuril Izzati Mohon Tunggu... Ibu dari 3 orang anak

Dunia ibarat surga bagi orang kafir, tapi penjara bagi orang beriman

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Butuh Lebih dari "Challenge" Baca Al Quran

12 Januari 2019   09:43 Diperbarui: 12 Januari 2019   10:28 0 0 0 Mohon Tunggu...
Butuh Lebih dari "Challenge" Baca Al Quran
Sumber : lampung.tribunnews.com

Belum lama ini Dewan Ikatan Dai Aceh mengundang dua pasangan capres-cawapres untuk mengikuti uji kemampuan membaca Al Qur'an. Tes yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2019 mendatang ini diharapkan dapat mengakhiri polemik keislaman dari kedua calon presiden.

Seperti yang kita ketahui, polemik politik identitas terus digulirkan oleh kedua calon selain untuk menaikkan elektabilitas dirinya juga sekaligus untuk menjatuhkan elektabilitas pesaingnya. Politik identitas dalam bentuk politisasi isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) yang digulirkan sedemikian masif menjadi alat kampanye kedua belah pihak.

Seolah ingin menjadi penengah untuk meredakan polemik yang kian memanas, rencana tes baca Al Quran pun digulirkan. Terlepas dari respon kedua belah kubu terhadap tantangan tersebut, sepertinya ada yang perlu kita cermati.

Apakah bila para calon ternyata memiliki kemampuan yang baik dalam membaca Al Qur'an, lantas bisa dijadikan ukuran bahwa para calon memiliki perhatian yang besar terhadap Al Qur'an? Ataukah Al Qur'an hanya sekedar mereka gunakan untuk memuluskan jalan untuk meraih kekuasaan?

Lalu bagaimana sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang muslim dalam kapasitasnya sebagai kepala negara?

Alquran adalah petunjuk

Tentu perlu kita apresiasi bila ada pihak yang menginginkan Alquran dijadikan salah satu alat penguji bagi calon pemimpin di negeri ini. Namun cukupkah hanya dengan ujian cara membacanya saja?

Padahal dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 2, Allah berfirman :


"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,"

Juga dalam surat Fusshilat ayat 44 Allah berfirman :


... Katakanlah, Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman..."

Pada kedua ayat tersebut dengan jelas Allah menyatakan bahwa Alquran adalah sebuah petunjuk. Petunjuk bagi manusia supaya bisa menjadi Rahmat bagi semesta. Petunjuk bagi manusia supaya bisa sampai ke surga-Nya.

Sebagai sebuah petunjuk tentunya tidak cukup hanya dengan kita baca, tapi juga harus kita ikuti setiap langkah-langkah yang ada di dalamnya. Supaya tujuan yang terkandung di dalam Alquran dapat kita capai dan kita rasakan di kehidupan nyata.

Maka lebih tepat bila tes yang dilakukan bukan sekedar tes baca Alquran, tapi lebih dari itu, tes penerapan isi Alquran. Hayo siapa berani?