Mohon tunggu...
Nur Laili Rahmawati
Nur Laili Rahmawati Mohon Tunggu... Guru - Guru / Penulis

Merangkai aksara menjadi kata agar lebih bermakna

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rindu dalam Diam

14 November 2022   20:34 Diperbarui: 14 November 2022   20:37 114
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Rindu yang tak lagi biru

Menyibak sendu di ujung kalbu

Melukis sketsa wajahmu di cakrawala sendu

Hingga sedu sedanku pun tak lagi mampu meramu rinduku padamu


Aku terjebak dalam kesunyian yang kian mencekam

Ketika bayangmu kembali hadir menawarkan rindu yang temaram

Nafas rindu yang kembali menyeruak mesra dan bersemayam

Menghadirkan sepucuk rasa yang pernah berpendar dimasa yang silam


Sunyinya malam seakan menjadi jawaban atas resah yang tersimpan

Malam yang semakin kelabu tanpa sinar bintang dan rembulan

Menyisakan sebentuk rasa yang terangkai dalam untaian doa dalam diam

Saat rindu yang tercipta ini hanya menawan rasa yang kian semu belaka

Membawa kembali sadarku bahwa dirimu telah berlalu dalam kenangan

Meninggalkanku tenggelam dalam jejak langkah yang enggan bermuara pada rasa yang sama

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun