Mohon tunggu...
Nur Laili Rahmawati
Nur Laili Rahmawati Mohon Tunggu... Guru - Guru / Penulis

Merangkai aksara menjadi kata agar lebih bermakna

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tentang Senja yang Terlalu Sempurna

13 November 2022   19:09 Diperbarui: 13 November 2022   19:11 85
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Semburat cahaya senja yang perlahan berpendar

Merangkai seuntai cerita dalam diam yang semakin memudar

Menawarkan seberkas sinar jingga yang mulai terhampar

Hingga sebuah rasa yang pernah ada menjadi terlalu hambar

Aku termenung menatap langit senja yang semakin kelabu

Menawan rinduku selaksa butiran debu

Hingga rasa yang mencipta semakin menyesakkan kalbu

Mencipta warna yang ambigu menjadi abu abu

Dalam nuansa senja yang kembali menghadirkan memori

Hadirmu menyisakan perihnya luka selaksa tertusuk duri

Segenap rasaku menyisakan rindu yang tak terperi

Saat indah bayangmu menjadi penerang seumpama mentari

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun