Mohon tunggu...
Dr. Nugroho SBM  MSi
Dr. Nugroho SBM MSi Mohon Tunggu... Dosen - Saya suka menulis apa saja

Saya Pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ironi Sang Lelaki sebagai Manusia

29 September 2021   23:08 Diperbarui: 29 September 2021   23:13 226
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar: liputan6.com

D

Dulu ketika hidupnya masih sederhana, sang lelaki hanya makan makanan yang sederhana pula. Hanya sayur mayur, cabai untuuk membangkitkan selera makannya, serta ikan sungai atau tahu atau tempe sekedarnya. Dan ia baik-baik saja. Tak ada penyakit yang dideritanya.

Iapun ketika itu tak pernah olahraga secara khusus untuk menjaga raganya. Ia hanya naik sepeda ke tempat kerja karena memang hanya itu yang ia punya. Sering ia hanya jalan kaki ketika sepedanya kempes bannya dan belum ada uang untuk menambalnya.

Seiring perjalanan waktu ia lalu menjadi kaya raya karena keuletannya. Tapi ia lalu makan yang enak-enak tanpa tahu batas dan bahayanya. Ia pun tak pernah olahraga karena ke mana-mana naik mobil mewahnya. Akibatnya banyak penyakit menderanya.

Ketika kemudian ia berkonsultasi ke dokter pribadinya, sarannya sungguh mengherankannya. Ia disuruh banyak makan makanan sehat antara lain sayur mayur dan lauk pauk yang sederhana seperti tahu tempe yang dulu sering dimakannya. Sang dokter menyarankan pula agar ia banyak berolahraga kalau tidak jalan kaki ya bersepeda ke tempat kerjanya.

Sang lelaki lalu merenung kalau harus kembali ke jaman dahulu kala, mengapa ia susah-susah berusaha kaya raya?

Itulah ironi manusia.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun