Mohon tunggu...
Suprihati
Suprihati Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar alam penyuka cagar

Penyuka kajian lingkungan dan budaya. Penikmat coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian. Blog personal: https://rynari.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Candak Kulak dalam Perspektif Budaya Kemandirian

30 Agustus 2021   07:21 Diperbarui: 30 Agustus 2021   15:43 1038
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi candak kulak (Dokumentasi pribadi)

Melacak banyaknya pelaku bakulan candak kulak, sungguh merupakan daya ungkit lancarnya roda perputaran usaha ekonomi mikro dan kecil. Memangkas rantai tata niaga yang lumayan panjang. Empunya barang dagangan dalam jumlah terbatas tidak perlu menjualnya sendiri ke pasar untuk mendapatkan uang.

Masa perputaran uang juga dipangkas. Barang dagangan dari kulakan segera dijual. Tanpa menunggu pertimbangan njlimet tentang harga baik. Apalagi niatan menumpuk stok barang.

Pelaku bakulan candak kulak menjalankan fungsi sosial ekonomi yang khas di tengah masyarakat. Utamanya pada daerah pedesaan agraris. Menjadi jujugan andalan bagi lingkungannya.

Kebutuhan mendesak untuk membayar sesuatu, pemilik ternak kecil dapat membawanya kepada pelaku candak kulak. Ada saatnya langsung dibeli dengan kesepakatan harga tertentu. Empunya barang segera mendapat uang. Dagangan menjadi milik sepenuhnya bakul.

Ada kalanya, pelaku bakulan candak kulak hanya menjalankan fungsi menjualkan barang. Artinya empunya barang tidak segera mendapat uang, menunggu barang terjual dulu melalui jasa bakul candak kulak.

Aneka kisah bakulan candak kulak. Sebagai penyelamat ekonomi warga kecil sekitarnya. Tak jarang empunya barang mendapatkan dulu sebagian nilai penjualan untuk keperluan mendadak.

Ada kalanya bias harga kurang wajar. Masyarakat sekitar adalah warga pemerhati yang sangat teliti. Pelaku candak kulak yang dirasa agak tegaan tercatat dalam hati oleh para empunya barang. Tanpa perlu sanksi tertulis, tata sosial yang menilainya.

Membahas candak kulak mengingatkan kosa kata majemuk saling melengkapi (tembung camboran) dalam bahasa daerah Jawa. Menurut bausastra (kamus bahasa Jawa), candak kulak bermakna "bebakulan kanthi tuku barang dagangan apa wae kanthi pawitan cilik-cilikan banjur enggal-enggal didol maneh"

Terjemahan bebasnya demikian. Candak kulak adalah berdagang dengan membeli dagangan berupa apa saja dengan modal kecil dan segera dijual lagi.

Minimal terdapat 3 komponen. Pertama, jenis dagangan berupa apa saja tanpa spesifikasi jenis khusus. Kedua, modal kecil. Ketiga, masa perputaran barang sangat singkat segera dijual lagi. Mengisi pilahan pelaku ekonomi mikro, komponen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Spesifikasi dagangan sangat terbuka dari hasil bumi hingga barang simpanan keluarga. Kata candak bermakna pegang. Merujuk pada kuantitas sesuai kapasitas tangan. Seberapa yang dapat dibawa secara mandiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun