Mohon tunggu...
NAB AB
NAB AB Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

kangen jogja .. mencoba kembali (lagi) untuk merangkai kata menjadi cerita. Selamat membaca dan terima kasih :)

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Maafkan Ibumu Nak

22 November 2010   06:17 Diperbarui: 26 Juni 2015   11:24 371
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Kisah nyata ini di kutip dari media rifka no. 36 edisi juni 2008

namanya Intan, 24 tahun. semasa kecil ia seperti anak terbuang, orangtuanya lebih menyayangi kakak laki-laki dan adik perempuannya. Apa yang diminta, orang tua nya segera mewujudkan. Sedangkan untuk Intan, mereka tidak pernah menggubrisnya. Sampai ia berfikir bahwa ia bukan anak kandung nya.

sewaktu ia duduk di kelas 2 SD, ia diberi tanggungjawab mengurus adik perempuannya. Orangtua nya sibuk bekerja dari pagi sampai petang.  sehingga ia menanyakan dalam dirinya, kapan waktuku untuk belajar ? kapan waktuku untuk bermain ?

waktu pun berlalu, hingga ia beranjak dewasa.

suatu hari ia bertemu dengan Mas Karyo, seorang laki-laki yang penuh perhatian dan sangat empati dengan masa lalunya. Namun orang tuanya menentang hubungan mereka, namun mereka tetap melanjutkan nya. Karena ia merasa, Mas Karyo lah yang satu-satunya bisa mendengar keluhan dan memberikan dukungan kepada nya.

hubungan berlanjut hingga ia rela memberikan kehormatannya.Hingga ia hamil. Mas Karyo berniat menikahi nya, namun orang tua nya menolak itikad baik Mas Karyo. Karena semakin membesar kandungannya, maka ia pun menikah, mungkin tanpa restu orang tua. Dan ia harus menerima kenyataan, ternyata Mas Karyo sudah memilik istri dan dua orang anak. Saat gempa bantu 27 Mei 2006, istri pertama dan anak-anaknya meninggal dalam bencana tersebut.

setelah itu lahirlah seorang anak yang diberi nama Alia, sikap Mas Karyo mulai berubah. Judi, minum-minuman keras, dan belum lagi sikap kasarnya kepada Intan sudah menjadi kebiasaannya setiap hari. Setiap kali ia mengajaknya bericara baik-baik, Mas Karyo hanya marah dan memaki, bahkan ia tega memukul.

ia merasa tidak kuat lagi dengan segala perlakuan seperti itu, lalu ia pun mengadu kepada orang tuanya. Tapi mereka justru meyalahkan karena tidak menuruti larangan mereka sebelumnya. Saran orang tua adalah perceraian. Ia tidak bisa melakukan itu, karena ia mencintai Mas Karyo, ia juga tidak punya pekerjaan dan keterampilan. Mungkin hal inilah yang membuat Mas Karyo memperlakukannya semena-mena.

siang itu, ia mendesak Mas Karyo untuk memberikan uang agar ia bisa membeli susu Alia anaknya. Lalu terjadilah pertengkaran, Mas karyo menonjok bibir dan matanya berkali-kali hingga lebam dan bengkak. Setelah puas ia pun pergi tanpa memberikan uang.

alia menangis, mungkin ia tahu perasaan ibunya yang sedang hancur. ia menggendongnya, berusaha menghibur dengan nyanyian kecil sambil berderai air mata. Tangisan Alia tak juga berhenti, di kebisingan itu ia merasa lelah menggendongnya. Diberikan mainan dan makanan, masih saja Alia menangis.

Ia tersadar, ternyata alia meminta susu. Namun apa daya ia tidak punya uang untuk membeli susu. Makin lama Alia menangis menjadi-jadi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun