Mohon tunggu...
Niko Simamora
Niko Simamora Mohon Tunggu... Menulis

@nikomamora~\r\nnikosimamora.wordpress.com~\r\nniko_smora@live.com\r\n

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

[Resensi Film] I Leave My Heart in Lebanon: Kisah Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon

15 Desember 2016   10:31 Diperbarui: 15 Desember 2016   12:09 1028 5 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
[Resensi Film] I Leave My Heart in Lebanon: Kisah Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon
Produser, Sutradara, dan Para Pemain Film

TNI satu-satunya milik nasional, dari rakyat dan menyatu dengan rakyat, TNI manunggal rakyat,”

TB Silalahi, mengutip Jenderal Soedirman

Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki tugas pokok: (1) menegakkan kedaulatan negara, (2) mempertahankan keutuhan  wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan (3) melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Dalam menjalankan tugasnya tersebut, TNI melakukan operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Salah satu operasi militer selain perang yang dilakukan TNI adalah dengan mengirimkan pasukan perdamaian untuk melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. Adalah Kontingen Garuda XXIII yang dikirim ke Lebanon sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL).

Kontingen Garuda XXIII sering disebut KONGA XXIII ataupun Pasukan Garuda 23 bertugas untuk memelihara perdamaian di Lebanon, untuk mencegah timbulnya konflik antara Israel & kelompok Hizbullah, serta menjaga keamanan di zona tanpa militer (demiliterized zone). Dalam melaksanakan tugasnya, Pasukan Garuda selalu mendapat kesan positif dan diterima dengan baik oleh masyarakat di sekitar markas Indobatt (Indonesia Battallyon). Bahkan kerap kali KONGA XXIII melaksanakan kegiatan-kegiatan CIMIC (civil military coordination) berupa pengobatan gratis dan pelayanan pendidikan di Lebanon.

Kisah Pasukan Garuda 23 tersebut kemudian diangkat menjadi sebuah film yang berjudul “I Leave My Heart in Lebanon”. Film ini diproduksi oleh TeBe Silalahi Pictures dengan produser eksekutif TB Silalahi dan sutradara Benny Setiawan yang sebelummnya telah sukses memproduksi film berjudul “ToBa Dreams”.

Special Appearance dari Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo|Dokumentasi pribadi
Special Appearance dari Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo|Dokumentasi pribadi
Setting film ini mengambil lokasi di dua negara, yaitu Indonesia dan Lebanon, sehingga bisa menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Selain menampilkan tentang kiprah Pasukan Garuda 23 dalam menjaga perdamaian di daerah konflik, film ini juga dibalut kisah cinta antara Kapten Satria (Rio Dewanto) dan dokter Diah (Revalina S Temat). Mereka harus rela berpisah dan menunda pernikahan karena panggilan tugas Kapten Satria sebagai bagian dari Konga XXIII ke Lebanon. Diah berjanji akan menunggu Kapten Satria hingga masa tugas berakhir.

Dalam melaksanakan tugasnya di Lebanon, Kapten Satria bertemu Rania (Jowy Khoury-aktris asal Lebanon) ketika memberikan bantuan sosial di sebuah sekolah dasar. Rania (Jowy Khoury)memiliki seorang anak yang masih trauma karena ditinggalkan oleh ayahnya yang meninggal karena serangan bom. Kapten Satria sering bertemu dengan Rania dan anaknya.

Sementara di Indonesia, Diah diperkenalkan dengan Andri (Baim Wong), pemuda lulusan Inggris yang sukses sebagai pengusaha bidang properti. Ibunya (Tri Yudiman) pun sangat mendukung agar menerima cinta  Andri. Sang ayah, Letkol (Purn) Surya (Deddy Mizwar) menyarankan Diah untuk tetap menunggu Kapten Satria sampai menyelesaikan tugas di Lebanon.

Beberapa adegan yang menampilkan kegagahan pasukan Kontingen Garuda XXIII|Dokumentasi pribadi
Beberapa adegan yang menampilkan kegagahan pasukan Kontingen Garuda XXIII|Dokumentasi pribadi
Selain kisah cinta antara Kapten Satria dan Diah, Lettu Arga (Yama Carlos) juga harus selalu waswas menunggu berita kelahiran anaknya. Di tengah tuntutan tugas, Lettu Arga tetap harus berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia untuk menanti saat-saat kelahiran anaknya. Begitu juga dengan Serka Gulamo (Boris Manullang) yang harus meninggalkan si butet (anak perempuan) dan istrinya. Bahkan prajurit-prajurit lain juga turut merasa kesepian ketika harus merayakan Lebaran di tengah kondisi yang jauh dari keluarga. Mereka pun tetap bisa bersemangat di kamp Indobatt dan selalu punya cara untuk menghibur satu sama lain ibarat sebuah keluarga.

Kisah selengkapnya dapat disaksikan langsung di bioskop-bioskop kesayangan anda sejak 15 Desember 2016. Film ini sangat bagus ditonton oleh semua kalangan usia. Perasaan penonton akan dibawa dalam berbagai suasana secara berganti-ganti dalam setiap adegan-adegan yang ditampilkan. Banyak pesan-pesan perjuangan yang ditampilkan dalam film ini. Kisah cinta dan perjuangan memang relevan segala kalangan.

Kami prajurit Indonesia, kami siap membela negara

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x