Mohon tunggu...
Niko Putra
Niko Putra Mohon Tunggu...

Pemerhati Milan

Selanjutnya

Tutup

Bola

Desember, Bulan yang Sulit untuk AC Milan

31 Desember 2018   23:30 Diperbarui: 31 Desember 2018   23:48 0 0 0 Mohon Tunggu...
Desember, Bulan yang Sulit untuk AC Milan
shutterstock.com

Hasil yang diraih AC Milan, khususnya pada bulan Desember benar-benar membuat hampir semua Milanisti kecewa sebesar-besarnya. Bagaimana tidak, dari tujuh pertandingan"ringan" yang dihadapi Il Rossoneri tercatat hanya memetik dua kemenangan, tiga kali seri, dan dua kali kekalahan. Catatan ini membuat posisi AC Milan yang tadinya sudah berada pada posisi ke-4 sementara, harus rela tersingkir diurutan ke-5 klasemen Liga Serie A Italia sementara. Dan juga, dengan kepala tegak, mereka harus mengakui keperkasaan Olympiakos di Athena, dengan skor 3-1 untuk keunggulan tim tuan rumah. Dengan begitu, AC Milan tersingkir dari perhelatan Europa League babak grup.

Semua kekacau-balauan ditumpahkan ke allenatore, Gennaro Gattuso. Media-media Italia pun banyak membicarakan perihal pemecatan Gattuso selama mengalami periode buruk ini. Memang, ada beberapa perjudian yang dilakukan Gattuso dalam hal taktik penempatan pemain seperti jelang melawan Parma, Ignazio Abate yang posisi naturalnya adalah bek kanan, ditempatkan menjadi bek tengah menemani Christian Zapata. 

Kasus yang kedua adalah penempatan Davide Calabria, yang seorang bek kanan juga, diplot sebagai gelandang tengah saat menjamu Fiorentina di San Siro, itupun juga menderita kekalahan, 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Kekalahan tersebut membuat rekor tersendiri untuk tim tamu, untuk pertama kalinya menang atas AC Milan di San Siro dalam lima tahun terakhir. Tidak hanya itu, dalam kurun waktu tertanggal 9 hingga 26 Desember (vs Torino, Bologna, Fiorentina, Frosinone) tidak ada satu gol pun berhasil dicetak anak asuh Gennaro Gattuso. Hasil ini mencatat rekor untuk pertama kalinya sejak tahun 1984 (via @OptaPaolo).

Dengan hasil seperti ini, jelas banyak pihak merasa kecewa. Berita pemecatan Gattuso dan swap-deal antara Higuain-Morata sangat kencang di berbagai media Italia. Beruntung, pada laga akhir tahun (29 Desember) melawan SPAL di San Siro, AC Milan menang dengan skor 2-1. Gonzalo Higuain menjadi pemain paling disorot di laga ini. 

Sebagai penentu kemenangan, dirinya juga akhirnya menemukan kepercayaan diri mengingat terakhir ia mencetak gol untuk AC Milan saat melawan Sampdoria, Oktober lalu. Semua ini seakan-akan menjawab keraguan dibenak Milanisti akan kapabilitas Gattuso sebagai pelatih dan Higuain sebagai striker kelas wahid.


Dengan hasil yang diperoleh, para petinggi mengadakan pertemuan untuk menegaskan kembali dukungan penuh kepada Gattuso untuk tetap menjadi pelatih AC Milan (via Sky). 

Swap antara Higuain-Morata 100% batal, karena Milan berniat untuk memperkuat tim disekitar Higuain dan mengamankan spot untuk Champions League (via GdS). AC Milan yang berada pada posisi ke-5 klasemen sementara, menjaga asa untuk merebut tiket Champions League dirasa tidak sulit.