Mohon tunggu...
Nikodemus HeruPrayuda
Nikodemus HeruPrayuda Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa

Mahasiswa UKSW

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

[Kearifan Lokal] "Eha'a" Budaya Petani Kelapa Talaud

12 Desember 2021   16:17 Diperbarui: 12 Desember 2021   16:28 631
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kelapa Bagi Masyarakat Talaud

'Daerah Nyiur Melambai'…... Julukan ini merupakan sebutan bagi Provinsi Sulawesi Utara.

Seperti yang kita ketahui, pohon kelapa merupakan pohon yang dapat dimanfaatkan seluruh bagian tanamannya, mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. Kelapa merupakan komoditas yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara. 

Mayoritas masyarakat menggantungkan kehidupannya kepada kelapa. Di daerah Talaud petani kelapa dikenal dengan istilah local ‘Kopra’. Sebenarnya, selain menjadi petani kelapa, pekerjaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat adalah menjadi seorang nelayan.

Selain dijual, bagian dari pohon kelapa ini juga biasa dimanfaatkan oleh warga setempat untuk aktivitas sehari-hari, seperti bagian janur pohon kelapa yang digunakan untuk menangkap ikan, ini dikenal dengan sebutan ‘Manee’ oleh masyarakat setempat. 

Selain itu bagian sabut kelapa yang biasa menjadi limbah, sekarang sudah mulai diolah oleh masyarakat lokal menjadi bahan pembakaran pengasapan ikan maupun menjadi cocopid kelapa.

Dalam melakukan budidaya kelapa, terdapat aturan lokal yang harus ditaati oleh masyarakat setempat, aturan ini dikenal dengan nama “Eha’a”.

Kearifan Lokal Budaya Eha’a

Budaya Eha’a adalah suatu tradisi yang mengelola dan mengendalikan sumber daya alam agar tidak dieksploitasi dan tidak rusak, sehingga bisa dimanfaatkan oleh anak cucu mereka di kemudian hari. Budaya ini mulai dikenal sejak tahun 1961, dan masih eksis sampai saat ini.

Budaya ini harus ditaati oleh masyarakat setempat, dan jika ada masyarakat yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi dan juga dipercaya kesialan akan menimpa lahan mayarakat tersebut. Adapun kesialan yang dapat terjadi antara lain hasil panen buah kelapa berkurang, tanaman kelapa lebih cepat mati, dll.

Sebelum budaya Eha’a ini dikenal, masyarakat memanen kelapa secara individu/ perseorangan, dan dikenal dengan sebutan ‘Manarada’. Hal ini didukung juga oleh jumlah warga desa Talaud yang bisa dibilang sangat sedikit jaman dahulu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun