Mohon tunggu...
Ngudi Tjahjono
Ngudi Tjahjono Mohon Tunggu... Dosen - Menyukai menulis dan menggambar

NGUDI TJAHJONO. Lahir di Lumajang tanggal 22 Maret 1960. Bekerja sebagai dosen di Universitas Widyagama Malang. Menekuni bidang Transportasi, Ergonomi dan Lingkungan Hidup. Menulis dan melukis adalah kegemarannya. Menjadi motivator spiritual dan pengembangan sumberdaya manusia adalah panggilan hatinya.

Selanjutnya

Tutup

Diary

Mengukir Jejak, Menoreh Makna

27 Agustus 2022   17:23 Diperbarui: 27 Agustus 2022   17:34 92 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Ada kalanya pikiran buntu, tidak tahu harus berbuat apa. Tangan ingin menulis, walau belum jelas tema apa yang akan dituangkan. Pandangan bergerak liar berpindah-pindah, kendati tatapannya kosong. Dahi mengerut selayaknya orang yang sedang memikirkan sesuatu. Belum juga tergambar jelas apa yang akan dituliskannya.

Tenangkan diri! Lepaskan apapun yang dipikirkan, jangan jadikan beban! Jika ingin makan, makanlah sepuasnya! Jika ingin istirahat, istirahatkan sepenuhnya! Bukan hanya fisik, namun juga pikiran. 

Jika ingin menyibukkan diri dengan hobi lainnya, pindahkan perhatian ke sana. Mungkin sekedar membelai dan menyapa bunga-bunga di taman depan rumah. Nikmati kesegarannya, keindahan warnanya dan aroma wanginya.

Baca juga: Senang dan Bahagia

Beberapa saat yang sudah dihabiskan untuk itu, mungkin tidak terasa, ternyata sudah cukup lama dilalui. Namun, baru disadari bahwa pikiran telah menjadi segar kembali. Entah, senyum di bibir begitu saja menyungging. Ada sekelebat cahaya di pikiran yang segera ditangkap. Ya, ada ide yang datang mengejutkan. Ia datang tak diundang.

Pikiran mendadak terang. Pandangan batin mendadak fokus. Energi yang tadinya melemah, kini mengumpul kembali membangkitkan semangat.

Segera kaki beranjak menuju laptop yang sejak tadi dalam mode tidur. Kemudian segera membangunkannya kembali. Dengan tatapan nanar dan gembira mulailah tangan, mata, pikiran dan hati berinteraksi dengannya. Tarian jari jemari di atas keyboard diikuti oleh gerakan deretan huruf demi huruf merangkai menjadi kata dan kemudian kalimat yang bermakna.

Semua ide tertuang seolah tak terbendung hingga habis. Sebenarnya tidak benar-benar habis, namun harus dihentikan.

Hati pun menjadi lega. Puas, ... ya ... puas! Ide telah tertuang dan tersimpan untuk disajikan kepada siapapun. Semoga para pembaca dan penelaah dapat pula mereguk manfaatnya. Mungkin tidak begitu bernilai, namun itulah sumbangsih ide yang mencari celah-celah mozaik khasanah pengetahuan untuk diisi.

Semoga guratannya cukup membekas, setidaknya dalam satuan waktu yang tidak berbatas. Batas yang sangat singkat atau sangat panjang.

Wallahu a'lam []

Ngudi Tjahjono, (Malang, 27 Agustus 2022)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan