Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Bunda tiga dara: Putik Cinta Khairunnisa, Annajmutsaqib, Fattaliyati Dhikra

Menulis cara saya meluapkan segala rasa: gelisah, marah, bahagia, cinta, rindu, harapan, kesal, dan lain-lain.

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Indahnya Tanjung Selor, Tak Selebar Daun Kelor

5 Agustus 2020   12:37 Diperbarui: 7 Agustus 2020   14:12 388 23 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Indahnya Tanjung Selor, Tak Selebar Daun Kelor
Durian Elai. (Foto: Dokumen pribadi)


Ini adalah durian khas Kalimantan, yang baru pertama kalinya saya cicipi ketika berkunjung ke Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Kamis (23/8/2018), saat saya mendampingi Direktur Umum Lembaga Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM Bapak Braman Setyo, Sekretaris Dirut Mbak Devi, dan Humas Mas Anggit.

Ketika saya diajak makan durian wow jelas saya tidak menolak. Dalam bayangan saya, durian yang dimaksud durian yang biasa saya makan mengingat durian adalah buah kesukaan saya. 

Tapi ini bukan satu-satunya buah kesukaan saya. Ada banyak. Nenas, nangka, mangga, rambutan, dan banyak lagi. Serakah ya? Hahaha...

Saya suka makan buah selain karena menyehatkan, juga dapat memuluskan kulit, terutama kulit wajah. Katanya sih begitu. Dan, kesukaan saya makan buah juga menurun kepada anak-anak saya.

Lokasi yang dipilih dekat Kuliner Tepi Kayan (Kulteka). Kayan ini adalah nama sungai yang mengalir dalam wilayah provinsi Kalimantan Utara, yang berhulu di Gunung Ukeng dan muara ke laut Sulawesi dengan panjang sekitar 576 km.

Nama durian lokal itu Elai. Warnanya orange. Kata si penjual, durian jenis ini hanya ada di Kalimantan. Karena ini pertama kalinya saya mencicipi durian ini, jelas saja saya takjub. Bagi orang-orang yang pernah singgah di Kalimantan, tidaklah asing dengan buah ini. Sejarah buah elai pun sudah tahu.

Durian Elai. (Foto: Dokumen pribadi)
Durian Elai. (Foto: Dokumen pribadi)

Sekilas buah durian Elai mirip dengan buah durian yang biasa saya temui. Tapi duri-durinya lebih tumpul bahkan lunak kalau dipegang. Disentuh pun tidak terasa sakit. Kalau buah durian yang biasanya kan duri-durinya tajam dan keras. 

Aroma buahnya pun tidak terlalu menyengat. Tidak ada aroma khas buah durian yang biasa sering kita cium. Tekstur buahnya agak padat dan cenderung kering. Beda dengan tekstur buah durian yang lebih lembut dan cenderung basah.

Buah elai ini masih "keluarga" dari buah durian. Menjadi salah satu buah tropis yang banyak digandrungi sebagai pangan gizi dan buah eksotik khas Kalimantan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN