Mohon tunggu...
Nayala Keisha
Nayala Keisha Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

saya suka nonton film :D

Selanjutnya

Tutup

Film

Feminisme dalam Film Enola Holmes

19 Oktober 2023   07:50 Diperbarui: 19 Oktober 2023   10:31 310
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Film ini mengisahkan perjalanan Enola dalam mencari ibunya yang menghilang secara tiba-tiba ketika ia baru menginjak umur 16 tahun. Hanya sebuah kotak berisi kartu bergambar bunga dan permainan kata yang ditinggalkan ibunya untuk Enola.

Bingung akan kehilangan ibunya, Enola memutuskan untuk menghubungi kedua kakak laki-lakinya yang sudah lama tidak pulang ke rumah, Mycroft dan Sherlock, untuk membantunya dalam mencarikan sang ibu.  Akan tetapi, kehadiran kedua kakaknya tersebut justru membuat Enola geram. Hal ini dikarenakan kurangnya ketertarikan kedua kakaknya itu dalam membantu Enola.

Terutama kakak tertuanya, Mycroft memaksa Enola untuk masuk ke sebuah sekolah tata krama milik Miss Harrison. Mengetahui rencana ini ditambah dengan minimnya minat dari Sherlock, Enola kabur dari rumah untuk mencari ibunya sendiri. Dari sana lah, perjalanan Enola dalam menemukan ibunya dan dirinya sendiri dimulai. Bahkan, diam-diam ia mendapat beberapa petunjuk penting dari Eudoria.

Namun, dalam perjalanan mencari ibunya, Enola berpapasan dengan seorang pemuda bangsawan bernama Tewkesbury (Louis Partridge) yang juga kabur dari rumahnya dengan bersembunyi di dalam tas. Tak disangka, pertemuan ini justru menuntun Enola pada kasur besar yang berkaitan dengan parlemen Ingris hingga membuat nyawa keduanya menjadi terancam.

Sumber: Netflix
Sumber: Netflix

Sedari awal, film Enola Holmes ini dapat dilihat memberikan tawaran yang berbeda jika dibandingkan dengan film misteri atau film feminis lainnya. Millie sebagai produser sekaligus berperan sebagai Enola membawa film dengan pesan yang dapat dibilang cukup berat, yaitu dibawa dengan cara yang terasa begitu ringan dan ramah. Hal ini ditonjolkan dari cara Millie berinteraksi dengan penonton melalui aktingnya.


Salah satu ciri khas dari film Enola Holmes adalah karakter Enola yang seringkali mendobrak "dinding keempat" dalam seni film. Ciri khas ini membuat film ini menjadi unik terutama pembawaan narasi yang dilakukan oleh Millie yang membuat penonton merasa terserap dalam cerita secara emosional.

Cara itu kemudian berdampak pada penyampaian pesan feminisme yang menjadi lebih mudah diterima oleh para penonton tanpa harus susah-susah mencerna film selayaknya film sejarah lainnya.

Sejak babak awal film sebenarnya sudah menggambarkan penghancuran stigma serta diskriminasi atas perempuan pada masa itu. Salah satunya adalah stigma bahwa perempuan pada abad ke-19 diwajibkan untuk memiliki tutur sikap dan etika yang baik yang sudah harus ditanamkan sejak kecil. Mulai dari pendidikan, tata cara makan, hingga cara berpakaian.

Selain memutuskan stigma mengenai pendidikan juga "label" yang diberikan pada perempuan terkait bagaimana pantasnya seorang perempuan harus bersikap, film ini juga menggambarkan fleksibilitas gender dalam lingkungan yang kuat akan diskriminasi gender yang kerap dibawa oleh Enola dalam petualangannya.

Sebagai contoh, dalam beberapa bagian di filmnya Enola lebih memilih untuk mengenakan pakaian pria dan tidak membantah ketika ia dianggap sebagai seorang laki-laki untuk mempermudah aktifitasnya ditengah lingkungan yang menunjukkan bahwa laki-laki memiliki kemudahan dan privilage atau hak istimewa yang lebih dibandingkan perempuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun