Mohon tunggu...
Nasrun Aminullah Muchtar
Nasrun Aminullah Muchtar Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Muballigh Jemaat Ahmadiyah Indonesia

"Ketika tiba saatnya nanti Rabb-ku memanggilku, aku ingin dalam keadaan sedang mencintai-Nya yang sedalam-dalamnya"

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Khalifah Islam Saat Ini

26 Januari 2021   12:00 Diperbarui: 21 Maret 2021   05:53 1613
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pada abad ke 18 Masehi, di suatu kampung terpencil bernama Qadian, di daratan India ada seseorang bernama Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, beliau mengumumkan dalam berbagai selebarannya kepada khalayak ramai bahwa beliau diutus oleh Allah SWT sebagai Al-Mahdi dan Al-Masih Mau'ud.

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad lahir pada 13 Februari 1835, wafat pada 26 Mei 1908. Dalam kehidupan beliau telah menulis lebih dari 86 buku dalam bahasa arab, urdu dan parsi. Beliau menerbitkan selebaran-selebaran dan surat-menyurat dengan banyak ulama. Buku-buku karya beliau menambah khazanah rohani dan keilmuan, serta banyak dipuji baik kawan maupun lawan.

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad mengaku diperintahkan oleh Allah SWT melalui wahyu-wahyu dan ilham-ilham yang beliau terima untuk mendirikan satu jamaah, lalu beliau mengambil bai'at untuk pertama kalinya sebanyak 40 orang pada tanggal 23 Maret 1889 di Ludhiana, Provinsi Punjab, India. Semenjak itu berlanjut orang-orang datang ke beliau meminta dibai'at, sehingga Jamaahnya semakin hari terus bertambah.

Walaupun Jamaah Ahmadiyah mendapatkan penentangan sangat keras sejak mula berdirinya, namun fakta yang tidak bisa dinafikan oleh umat Islam adalah Jamaah Ahmadiyah memiliki Khalifah-Khalifah sebagai estafet kepemimpinan setelah kewafatan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. 

Pola Khilafah Ahmadiyah mengikuti jejak pola Khulafa'ur Rasyidiin, yang diawali kenabian. Khulafa'ur Rasyidiin diawali utusan Allah, yakni Nabi Muhammad SAW. Dan Khulafaa'ul Masiih akhir zaman juga diawali dengan diutusnya Al-Mahdi dan Al-Masih Mau'ud.

Dalam Kitab-kitab Tarikh Khulafaa kita bisa menemukan catatan sejarah tentang empat orang yang digelari Khulafa'ur Rasyidiin seperti Hadhrat Abu Bakar Siddiq, Hadhrat Umar bin Khattab, Hadhrat Usman bin Affan dan Hadhrat Ali bin Abi Thalib. Itulah yang disebut juga sebagai Khalifatur Rasul, khalifah pengganti Rasul.

Kemudian setelah wafatnya keempat orang Khulafa'ur Rasyidin tersebut, umat Islam dipimpin kekhalifahan namun lebih bersifat Mulkiyah (kerajaan), seperti Khalifah-khalifah yang datang silih berganti mulai dari Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah, sampai kepada Dinasti Utsmaniyah yang berjalan selama 1300 tahun lamanya.

Setelah itu muncul periode "Khilaafatan 'alaa minhaajin nubuwwah" yakni tertuju kepada Khilafah Al-Mahdi, ini bersesuaian dengan sabda-sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa ia akan muncul dari sebelah timur.

Salah satunya terdapat dalam Hadits yang diriwayatkan oleh 'Abdullh bin al-rits bin Juz'ra menyatakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bersabda:

"Sekelompok orang akan keluar dari timur sehingga mereka mempersiapkan kekuasaan bagi Al-Mahdi", (Sunan Ibni Mjah, Kitb al-Fitan, Bb Khurj al-Mahd, no. 4088).

Didukung juga dalam hadits riwayat Muslim nomor 2937 yang menyebutkan bahwa Nabiyullah Isa di akhir zaman akan muncul di sebelah timur Damaskus. Kita ketahui posisi Desa Qadian, India berada di sebelah timur dari arah Damaskus, Syiria. Sebelah timur juga jika dilihat dari negeri Khurasan. Dan sebelah timur juga jika dilihat dari Arab Saudi, tempat dimana Rasulullah SAW mengucapkan itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun