Mohon tunggu...
Nana
Nana Mohon Tunggu... Indonesia Negaraku

mengekspresikan hati dan pikiran melalui tulisan | berbateeq.com

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Wujud Terima Kasih kepada Kompasiana dan Kompasianer

2 Juli 2019   12:45 Diperbarui: 2 Juli 2019   12:55 0 29 22 Mohon Tunggu...

Tulisan ini sebagai bentuk rasa terima kasih saya kepada Kompasiana yang memberikan wadah untuk menulis dan Kompasianer yang sangat berbaik hati memberikan feedback, serta berkenan untuk saling follow, sehingga rasanya seperti didukung penuh.

Saya sebenarnya masih newbie di sini. Namun manfaat menulis di sini benar-benar memberikan efek yang sangat bagus buat saya. Saya bisa menuangkan pikiran dan berbagi pengalaman. Feedback yang diberikan Kompasianer kepada artikel saya, serasa seperti dukungan dan menambah rasa percaya diri untuk terus menulis, dan hal ini tidak bisa terbayar dengan nominal berapa pun.

Kata "Pilihan" dan "Artikel Utama", yang diberikan oleh Kompasiana rasanya seperti kejatuhan jutaan dollar pada rumah saya. Heheh.. lebay sih, tapi rasanya girang bukan main, apalagi saat pertama kali saya mendapatkan feedback, menjadi pilihan maupun artikel utama.

Keinginan menulis saya sudah ada sejak penulisan skripsi. Supaya saya bisa menulis skripsi dengan baik, dan tidak banyak revisi, saya sampai membeli buku yang mengajarkan tentang tulis-menulis. Salah satunya buku "Seandainya Saya Wartawan Tempo" karya Goenawan Mohamad. Usaha saya sepertinya tidak sia-sia karena dosen pembimbing memuji isi skripsi, yang katanya alurnya lumayan bagus. Kemudian, saya menjadi berminat untuk menulis, tapi tidak pernah terealisasi karena merasa tidak percaya diri.

Teringat pertama kali saya mendaftar di Kompasiana. Setelah saya membuka artikel-artikel para kompasianer, saya langsung log out, karena merasa minder. Mau nulis apa? Tulisan para kompasianer benar-benar menyuguhkan informasi, dan pendapat yang sangat berbobot, menurut saya. Tuturan kata demi katanya pun sangat bermutu dan bagus.

Saya cerita pada pasangan saya, dia hanya tertawa, kemudian memberikan dukungan agar saya belajar, sembari praktek. Katanya, "Kalau tidak dicoba, kapan bisanya?" Kemudian saya memberanikan diri menulis.

Seperti yang sudah saya duga, artikel pertama tidak ada yang memberi respon, pembaca juga sangat sedikit. Hehe... tadinya, saya berpikir "Ya sudahlah". Setelah menayangkan tulisan saya, saya baru meminta pasangan saya untuk menilai, katanya "Tulisannya kepanjangan, susah dimengerti".

Saya coba lagi, artikel kedua, lumayan ada satu kompasianer yang memberikan feedback. Artikel yang ketiga, saya kaget sekali, ada kata "pilihan" disamping kategori. Saya langsung mencari informasi mengenai apa arti "pilihan" di Kompasiana. Saya langsung loncat kegirangan, dan langsung memberitahu pasangan, padahal dia lagi sibuk kerja. Hehehe.. Anda mungkin akan menganggap saya lebay, tapi saat itu saya sangat senang sekali. Apalagi yang memberikan feedback, lumayan ada 2 kompasianer, dan ada 1 komentar.

Di waktu luang saya, biasanya saya akan kepoin Instagram orang, atau cek marketplace. Tapi sejak masuk Kompasiana, saya pasti selalu menyediakan waktu untuk membaca tulisan para kompasianer lain. Dari sana saya mendapatkan wawasan baru, informasi baru, cara pandang yang baru dan belajar cara membuat artikel yang baik.

Setelah membaca, saya biasanya langsung praktek, ide apa saja yang melintas pada pikiran saya, langsung  dituangkan begitu saja di Kompasiana. Apalagi saya lihat, para kompasianer di sini sangat baik dan sopan semua. Kalau tulisannya menarik, maka akan diberikan respon, kalau tulisan tidak menarik, tidak akan diejek. Jujur, itu membuat kepercayaan diri saya bertambah.

Artikel kesebelas, yang membuat saya sangat kegirangan setengah mati, sampai saya masukkan di IG Story. Pertama kalinya artikel saya dimasukkan menjadi "Artikel Utama". Kemudian, saat saya cek kembali, ada artikel lainnya yang menjadi "Artikel Utama".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x