Mohon tunggu...
Nabila Afira Quraina
Nabila Afira Quraina Mohon Tunggu... Konsultan - Female

bebas menulis sesuai dengan ide, pengalaman, dan gaya bahasaku

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Ketika Sahabat Dekat Memiliki Pacar

11 Juni 2021   10:02 Diperbarui: 11 Juni 2021   10:17 416
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saat ini si C baru lulus dari sebuah institut yang cukup ternama di Surabaya. Beberapa bulan lalu aku menginap di kost nya selama beberapa hari. Saat menginap disana, pernah sekali aku meminjam laptopnya dalam keadaan sleep dan membuka whatsapp web untuk mengkoneksikan dengan whatsapp-ku untuk keperluan mengirim dokumen.

Pada saat itu dia sedang keluar untuk mengajar les. Jadi aku sendirian di kost. Aku sudah izin jika aku akan memakai laptopnya dan dia mempersilahkan. Saat itu, aku tidak sengaja membuka whatsapp web nya yang memang sudah terbuka. Benar-benar sudah terbuka karena mungkin dia lupa untuk tidak menutup tab website.

 Seketika aku shock saat whatsapp web yang terbuka itu adalah isi chattnya bersama gebetannya. Betapa kaget diriku ketika tahu bahwa gebetannya adalah orang yang sudah kami kenal, mantan kahima (ketua himpunan) kami semasa kuliah. Shock.. se-kaget-kagetnya aku. Ternyata mereka selama ini sudah memiliki hubungan yang lebih dari sekadar "pertemanan".

Si C ini sering sekali curhat denganku tentang masalah apapun yang dia ingin utarakan termasuk soal cowok. Dia pernah berkata jika dia menyukai teman PKL-nya. Aku juga mengenal temannya itu. Dia bilang suka dan kagum. Bahkan dihadapanku pun mereka juga sempat beberapa kali telpon dan cowok ini pun sering mengirim rekaman saat ia bernyanyi dan main gitar.

 Tetapi mengapa dia menutup rapat-rapat tentang kahima itu? padahal jika ia curhat apapun aku selalu menerima dan mendengarnya. Apakah itu salah satu bentuk privasinya? Ya mungkin saja dia begitu. Aku bertanya hingga kini, mengapa dia berlaku demikian? Padahal tidak apa-apa jika dia memang dekat dengan kahima itu.

Awal mula setelah aku mengetahui dengan tidak sengaja isi chatt itu, aku benar-benar shock. Justru waktu itu aku ingin memutuskan untuk tidak cerita tentang apa yang terjadi dan menganggap aku tidak tahu apa-apa. Tapi apa daya, aku tidak bisa baik-baik saja. Aku tidak bisa berbohong.

Saat aku jujur padanya, awalnya dia tidak mengakui hubungan itu. Tetapi dia akhirnya bertanya bagaimana pendapatku tentang hubungan itu. Aku memberi jawaban ngambang dan condong kurang setuju. Hal itu karena se-dari awal aku ngeship hubungannya dengan teman PKL-nya itu. mereka sangat cocok. Tetapi entahlah...hati manusia siapa yang tahu?

  Semenjak kejadian itu, dia jadi sangat berbeda denganku. Aku sadar betul jika aku salah melihat privasi orang lain. Tetapi jika aku tidak sengaja, maka apa yang harus aku lakukan selain meminta maaf? Aku sudah melakukan hal tersebut. Mungkin sejak kejadian itu dia jadi sebal denganku, ataukah malah membenciku dalam diamnya?

Semenjak kejadian itu, dia makin canggung denganku saat bertemu. Awalnya aku biasa saja dan tidak pernah membahas hubungannya. Bahkan aku pura-pura lupa. Tetapi ketika dia memutuskan untuk berlaku canggung, aku jadi ikut berlaku demikian. Rasanya riweh sekali, aneh. Bayangkan saja, dulu kami ngobrol tinggal ceplas-ceplos tapi sekarang makin mendingin saat kami bertemu. Harus ada penengah supaya kami tidak begitu canggung.

Sekali lagi, sikapnya jadi sangat berbeda setelah kejadian itu. mungkin memang ia membenciku karena aku memang punya buktinya. Cerita tentang si C ini sudah pernah kutulis di artikelku sebelumnya dengan judul, "Pertemananku berada di ujung canggung". Semua kronologi lengkap sudah kutulis disitu. Demikianlah cerita si C.

Sungguh kali ini aku menulis sambil menangis. Rasanya menyedihkan sekali. Aku menyayangi mereka para sahabatku, tapi mereka sekarang memiliki kehidupan baru. Sebenarnya aku juga punya pacar sejak lama. Mereka tahu, bahkan ketika mereka jomblo dan aku sudah punya pacar, aku selalu menghubungi mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun