Mohon tunggu...
myra anastasia
myra anastasia Mohon Tunggu... Full Time Blogger - ibu rumah tangga

seorang ibu rumah tangga yang hobi menulis di www.kekenaima.com

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Masa Keemasan Permainan Tradisional

26 Juli 2013   23:45 Diperbarui: 24 Juni 2015   09:59 576
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ular naga panjangnya bukan kepalang
Berjalan-jalan selalu kian kemari
Umpan yang lezat, itulah yang dicari
Ini dialah yang terbelakang


Masih ingat lagu itu? Lagu yang selalu saya nyanyikan bersama-sama banyak teman ketika sedang bermain ular naga, saat kami SD. Ya, kalo mengingat tentang permainan tradisional, ingatan saya pasti langsung tertuju ke masa kurang lebih 25 tahun lalu.  Sekitar tahun 80-an. Menurut saya zaman itu adalah era keemasan permainan tradisional.

Ketika SD saya juga udah mengenal video games, tapi tetap permainan tradisional adalah juaranya. Banyak sekali permainan tradisional yang kami mainkan secara bergantian setiap harinya. Ular naga, galah asin, lompat karet, congklak, engklek, petak umpet, bekel, kasti, dan lain-lain. Banyak sekali permainan tradisional zaman dulu.

Manfaat Bermain Permainan Tradisional

Permainan tradisional itu ternyata mempunyai banyak, yaitu :


  1. Membawa keceriaan - permainan tradisional umumnya dilakukan bersama-sama dengan banyak teman. Tentu saja ini bisa membawa keceriaan karena bermain bersama teman
  2. Melatih motorik anak dan juga untuk kesehatan - Banyak permainan tradisional yang memngharuskan fisik kita bergerak. Dengan bergerak maka kita berolahraga. Dan olahraga baik untuk kesehatan
  3. Melatih kemampuan sosial dan emosi - Karena bermain dengan banyak orang, kemampuan anak untuk bersosialisasi semakin meningkat. Dan dengan bersosialisasi, anak juga melatih emosinya. Bagaimana bertenggang rasa, tidak cepat marah ketika bermain.Dan juga mengajar anak untuk bisa bekerjasama dengan tim.
  4. Belajar seni dan budaya - ada beberapa permainan daerah yang mengajak kita bernyanyi menggunakan bahasa daerah, misalnya permainan cublak-cublak suweng. Anak jadi belajar lagu daerah dan bisa meningkatkan kecintaan anak terhadap seni-budaya.
  5. Mengembangkan kreativitas - contohnya ketika membuat kapal-kapalan dari kulit jeruk bali. Atau pernah bermain perang-perangan denganmembuat pedang-pedangan dari daun kelapa terlebih dahulu? Anak diajak kreatif dengan memanfaatkan apa yang ada di alam
  6. Bisa lintas usia - Ketika SD, saya tidak hanya bermain dengan sahabat saja. Seringkali ketika kami memulai permainan, nanti satu per satu minta ikutan dan itu gak hanya dari teman seangkatan tapi juga adik kelas dan kakak kelas. Permainan tradisional memang berhasil mendekatkan kami.
  7. Sportivitas tinggi - Ketika bermain permainan tradisional anak diajarkan untuk selalu sportif.
  8. Murah - Umumnya alat-alat untuk permainan tradisional itu sangat murah, bahkan ada yang gak memerlukan peralatan sama sekali.


Permainan Tradisional Nyaris Punah

Apakah zaman sekarang permainan tradisional nyaris punah atau bahkan sudah punah? Saya katakan nyaris punah. Karena setidaknya saya maish peduli dengan yang namanya permainan tradisional. Saya selalu mengajak anak-anak saya untuk bermain permainan tradisional, walopun permainan yang mereka ketahui gak sebanyak yang saya mainkan ketika kecil. Penyebabnya adalah :


  1. Gadget - saya harus bersaing dengan gadget ketika mengajak anak-anak untuk bermain permainan tradisional. Terkadang anak-anak semangat, tapi kadang-kadang mereka lebih memilih main gadget
  2. Keterbatasan lahan - Banyak permainan tradisional yang membutuhkan lahan. Sementara zaman sekarang lapangan untuk bermain semakin sulit didapat
  3. Tidak banyak anak yang tahu tentang permainan tradisional - ada beberapa permainan tradisional yang membutuhkan banyak pemain. Sementara disekeliling kami sudah sulit mencari anak yang tahu tentang permainan tradisional. Dan kebanyakan anak-anak disekitar rumah juga lebih suka berada di rumah masing-masing. Jadi hanya karena kami cuma bertiga, permainan tradisional yang bisa dimainkan pun terbatas
  4. Waktu bermain sedikit - apalagi untuk yang bersekolah di sekolah swasta yang umumnya sampai lewat tengah hari bahkan hingga sore, samai rumah anak sudah lelah. Permainan tradisional yang banyak bergerak tentunya bukan lagi pilihan menarik karena anak udah kelelahan.


Event Permainan Tradisional

Saya bersyukur ketika anak-anak saya masih duduk di bangku TK, sekolahnya masih mengajarkan tentang permainan tradisional. Agak lucu, sih, sebetulnya karena dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dan pernah mengadakan Tradisional Game Fair di sekolah. Tapi gak apa-apa, setidaknya anak-anak masih mengenal yang namanya permainan tradisional walaupun hanya dimainkan ketika saat pelajaran tiba. Mungkin memang harus banyak diadakan event-event tentang permainan tradisional di berbagai daerah untuk mengenalkan kembali permainan tradisional pada generasi sekarang.

Indonesia Travel dan Permainan Tradisional

Saya suka melihat web Indonesia Travel. Ya, saya cinta keindahan Indonesia. Bahkan salah satu mimpi terbesar saya adalah bisa mengelilingi banyak daerah di Indonesia. Dengan membaca tulisan dan melihat foto-foto Indonesia Travel semakin menguatkan tekad saya untuk bisa mewujudkan mimpi besar saya itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun